Gesits dan Alva Masuk Program Molinas, Pemerintah Siapkan Insentif Rp 3 Juta per Unit

Presiden Prabowo Subianto meluncurkan program Motor Listrik Nasional (Molinas) di pabrik perakitan motor listrik Alva.
Penulis: Fajar
Minggu, 23 Agustus 2026 | 12:03:31 WIB

NUSAPERDANA.COM — Program Motor Listrik Nasional (Molinas) mulai berjalan. Presiden Prabowo Subianto meluncurkan program ini langsung di pabrik perakitan motor listrik Alva. Dua merek yang mejeng dalam peluncuran tersebut, Gesits dan Alva, disebut bakal menerima insentif pembelian.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan anggaran insentif sudah tersedia. "Anggarannya sebetulnya sudah ada. Untuk produknya, salah satunya Alva, salah duanya Gesits," kata Airlangga baru-baru ini.

Empat Kriteria Wajib Motor Listrik Nasional

Asisten Deputi Pengembangan Industri Kementerian Koordinator (Kemenko) Bidang Perekonomian, Atong Soekirman, menjelaskan tidak semua motor listrik bisa disebut Molinas. Ada empat syarat utama yang harus dipenuhi pabrikan.

  • Tingkat komponen dalam negeri (TKDN) di atas 60 persen, mencakup powertrain, frame/structure, serta plastik dan body panel
  • Desain dan rekayasa dikembangkan di dalam negeri
  • Menggunakan baterai berbasis nikel untuk mendukung hilirisasi nasional
  • Harga terjangkau sesuai kebutuhan pasar domestik

Menurut Atong, fokus utama program ini bukan sekadar menjual motor listrik. "Membangun kemampuan desain, engineering, manufaktur, teknologi, serta rantai pasok dalam negeri," ujarnya.

Insentif Rp 3 Juta untuk Satu Juta Unit

Menteri Keuangan Purbaya memastikan skema insentif yang disiapkan untuk program ini. Setiap pembelian motor listrik produksi dalam negeri mendapat potongan Rp 3 juta.

"Yang sekarang kalau untuk satu juta (unit motor listrik) itu Rp 3 juta," kata Purbaya dikutip dari CNBC Indonesia. Dengan target satu juta unit, total anggaran yang disiapkan mencapai Rp 3 triliun.

Pemerintah menilai keberadaan Molinas penting untuk membangun ekosistem kendaraan listrik sekaligus memacu daya saing industri dalam negeri. Program ini juga dirancang untuk memperkuat rantai pasok lokal, terutama dari sisi baterai berbasis nikel yang menjadi keunggulan Indonesia.

Belum ada kepastian kapan insentif mulai cair dan bagaimana mekanisme penyalurannya ke konsumen. Namun, dengan dua merek yang sudah dikonfirmasi masuk program, publik tinggal menunggu skema pembelian dan persyaratan yang akan diumumkan pemerintah.

Reporter: Fajar