Hyundai Mulai Menjual Panel Instrumen Digital sebagai Fitur Berbayar di Avante dan Ioniq 3

Hyundai resmi menjual panel instrumen digital sebagai fitur berbayar pada Avante dan Ioniq 3 di Korea Selatan.
Penulis: Yasir
Rabu, 02 September 2026 | 07:05:01 WIB

NUSAPERDANA.COM — Keputusan ini seperti mengulang langkah Apple yang menjual charger secara terpisah sejak 2020, tapi kali ini yang dipangkas bukan aksesori—melainkan komponen utama yang menginformasikan kecepatan berkendara. Di masa lalu, speedometer digital adalah perlengkapan wajib yang sudah termasuk dalam harga jual. Sekarang, Hyundai mengubah aturan mainnya untuk dua model yang memakai sistem infotainment anyar bernama Pleos Connect.

Tarif Opsi di Avante: Rp 4 Juta untuk Layar yang Dulu Gratis

Untuk generasi terbaru Elantra yang dipasarkan sebagai Avante di Korea, layar instrumen 9,9 inci yang diletakkan di atas dashboard hanya tersedia di trim dasar sebagai paket tambahan senilai 350.000 won—setara USD 255 atau sekitar Rp 4,2 juta dengan kurs Rp 16.400.

Angka ini tergolong murah untuk ukuran opsi pabrikan, tetapi yang menjadi perdebatan adalah prinsipnya. Speedometer adalah instrumen keselamatan yang wajib dibaca pengemudi setiap detik. Menjadikannya fitur berbayar terasa janggal, apalagi di segmen sedan yang bersaing ketat dengan model lain yang masih menyertakan cluster digital secara standar.

Jika pengguna Avante dasar enggan membayar opsi tersebut, Hyundai menyiapkan kompensasi: semua informasi penting seperti kecepatan dan peringatan kendaraan akan ditampilkan di layar sentuh tengah. Menariknya, posisi layar ini tidak berada di garis pandang langsung pengemudi saat berkendara.

Ioniq 3 Lebih Keras Lagi: Trim Dasar Tanpa Cluster Sama Sekali

Nasib lebih rumit menimpa calon pemilik Ioniq 3 varian standar. Di model listrik ini, cluster instrumen tidak masuk daftar opsi—artinya tidak ada cara untuk mendapatkannya kecuali naik kelas ke trim berikutnya. Lonjakan harganya jauh lebih curam: konsumen harus menyiapkan tambahan sekitar USD 5.000 (Rp 82 juta) untuk upgrade trim.

Alhasil, pembeli Ioniq 3 termurah harus menerima pengalaman ala Tesla: semua data mengemudi terpusat di layar tengah. Ini keputusan berani, terutama karena Hyundai sendiri belum pernah memakai pendekatan ini di model produksi massal sebelumnya. Bagi pengguna yang sudah terbiasa melihat kecepatan di depan mata, adaptasi ke layar tengah membutuhkan waktu dan bisa mengganggu fokus.

Pleos Connect: Sistem Anyar yang Akan Menyebar ke 20 Juta Mobil

Kedua model ini menjadi garda depan Pleos Connect, sistem infotainment terbaru Hyundai yang memasangkan layar sentuh tengah dengan cluster tipis di atas dashboard. Sebelumnya, teknologi ini debut lebih dulu di sedan premium Grandeur—yang seluruh variannya tetap menyertakan layar ganda secara standar.

Keputusan untuk menaruh cluster di belakang paywall ini terasa aneh karena justru diterapkan di model yang lebih terjangkau. Hyundai menargetkan Pleos Connect terpasang di 20 juta kendaraan secara global pada akhir dekade ini, dan Amerika Serikat menjadi pasar berikutnya yang akan menerima sistem tersebut.

Saat ini, belum ada satu pun mobil Hyundai, Kia, atau Genesis yang dijual di AS dengan Pleos Connect. Artinya, konsumen Amerika masih bisa menikmati cluster digital standar tanpa biaya tambahan. Tapi keputusan itu hanya soal waktu—begitu sistemnya tiba, pertanyaan soal biaya tambahan akan kembali muncul.

Catatan untuk Pembeli Indonesia: Fitur Keselamatan Jangan Dikompromikan

Meski belum ada konfirmasi kapan model dengan Pleos Connect masuk Indonesia, arah kebijakan Hyundai ini layak dicermati. Jika pola yang sama diterapkan ke pasar kita, calon pembeli Avante atau Ioniq 3 baru harus menghitung ulang anggaran—dan mempertimbangkan apakah menghemat Rp 4 juta sepadan dengan kehilangan akses langsung ke informasi kecepatan.

Kami menyarankan untuk selalu memilih paket dengan cluster instrumen digital. Bukan soal gengsi, melainkan soal keselamatan: menunduk ke layar tengah untuk melihat kecepatan saat melaju di tol adalah kebiasaan berbahaya yang seharusnya tidak dipaksa oleh keputusan korporat. Semoga Hyundai Indonesia mempertimbangkan hal ini sebelum meluncurkan kedua model tersebut di pasar lokal.

Reporter: Yasir