Kemensos-BRIN Teken MoU Sekolah Rakyat, Siswa Dapat Sepatu Riset BRIN
NUSAPERDANA.COM — Kementerian Sosial dan Badan Riset dan Inovasi Nasional resmi menandatangani nota kesepahaman untuk memperkuat penyelenggaraan Sekolah Rakyat melalui pemanfaatan hasil riset dan inovasi. Kerja sama ini mencakup dukungan pembelajaran siswa hingga infrastruktur asrama, termasuk rencana pembagian produk sepatu inovasi BRIN bagi siswa baru tahun ajaran depan. Penandatanganan dilakukan Menteri Sosial Saifullah Yusuf dan Kepala BRIN Arif Satria.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menyatakan bahwa pemanfaatan hasil riset BRIN akan memperkuat penyelenggaraan Sekolah Rakyat, terutama dalam kerangka pembelajaran siswa. Penandatanganan MoU dilakukan langsung oleh Gus Ipul dan Kepala BRIN Arif Satria.
Dukungan BRIN untuk Pembelajaran dan Infrastruktur
Gus Ipul menyebut beberapa hasil riset BRIN yang dapat dimanfaatkan untuk siswa Sekolah Rakyat. Salah satunya adalah produk sepatu hasil inovasi BRIN.
"Yang ini tentu kalau nanti bisa diberikan kepada siswa baru tahun ajaran depan, itu akan lebih efisien. Dan lebih-lebih ini adalah produk asli dari BRIN, produk dalam negeri kita," ujarnya.
Untuk mendukung infrastruktur Sekolah Rakyat, BRIN juga akan menghadirkan alat pengolahan sampah dan alat pengolahan air bersih. Gus Ipul menegaskan Kemensos membutuhkan dukungan BRIN untuk terus menyempurnakan tata kelola penyelenggaraan Sekolah Rakyat.
Kolaborasi Riset Sesuai Kebutuhan Sekolah
Kepala BRIN Arif Satria mengungkapkan pihaknya akan terus menjalin kolaborasi dengan Kemensos. Riset dan inovasi akan disesuaikan dengan kebutuhan untuk mendukung program Sekolah Rakyat.
"Tentu kita akan terus me-list kebutuhan-kebutuhan, riset apa yang harus dilakukan untuk menyukseskan Sekolah Rakyat ini," kata Arif.
Menurut Arif, Presiden Prabowo Subianto berusaha menjalankan konstitusi dengan memberikan kesempatan kepada anak-anak terlantar untuk dididik dan dikembangkan potensinya melalui Sekolah Rakyat.
"Karena kita yakin bahwa semua orang memiliki potensi masing-masing yang kadang-kadang memang secara kasat mata tidak terlihat, akan tetapi Sekolah Rakyat ini adalah sekolah yang berusaha menemukan kekuatan-kekuatan yang dimiliki oleh setiap siswa," pungkasnya.
Dialog dengan Siswa dan Penampilan SRT 1 Kabupaten Bekasi
Kegiatan penandatanganan MoU turut dimeriahkan penampilan siswa SRT 1 Kabupaten Bekasi. Mereka membawakan sejumlah pertunjukan, mulai dari pidato lintas bahasa, paduan suara, hingga pembacaan puisi.
Gus Ipul berdialog dengan sejumlah siswa, salah satunya Dani Dwi Maulana, siswa jenjang SMA SRT 1 Kabupaten Bekasi yang dipercaya menjadi Ketua OSIS.
"Yang paling berkesan di sini, saya menemukan jati diri saya, sebelum di sini saya itu pemalu," kata Dani saat bercerita perkembangannya selama satu tahun menjalani pendidikan di Sekolah Rakyat.
Acara ini turut dihadiri Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono, Rektor Universitas Pertahanan Anton Nugroho, Deputi Bidang Kebijakan Pembangunan BRIN Nunung Nuryartono, Sekretaris Daerah Kabupaten Bekasi Endin Samsudin, serta staf khusus dan tenaga ahli Menteri Sosial.
Masyarakat yang ingin mengetahui informasi resmi mengenai Sekolah Rakyat dapat mengakses kanal Kemensos. Waspadai pihak yang mengatasnamakan program ini untuk meminta biaya pendaftaran atau pungutan tidak resmi.