Benarkah Olahraga Berlebihan dapat Mengganggu Kesuburan? Simak Penjelasannya...

Senin, 06 Januari 2020

Nusaperdana.com - Meski kadang malas dilakukan, olahraga termasuk cara menjaga kesehatan yang paling efektif.

Mereka yang ingin membentuk tubuh ke kondisi ideal dapat menjadikan olahraga sebagai kunci nya! Karena ingin dapat hasil cepat, ada orang yang melakukannya secara berlebihan. Padahal, bisa menyebabkan gangguan kesuburan pada wanita, lho!

Hubungan antara Olahraga Berlebihan dengan Kesuburan Wanita

Pernyataan tersebut didapatkan dari hasil sebuah penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Sports Medicine. Menurut mereka, olahraga dengan intensitas berat yang dilakukan lebih dari satu jam per hari justru bisa mencegah pelepasan sel telur dari ovarium (ovulasi).

Sel telur yang dilepas seharusnya bergerak menuju tuba falopi untuk mengalami pembuahan. Namun, olahraga berat dan berlebihan membuat tubuh merasakan stres fisik.

Stres fisik itulah yang pada akhirnya menjadi penghambat fungsi kelenjar pituitari pada otak yang mengatur mekanisme ovulasi.

Kelenjar tersebut malah salah mengartikan dan mencegah sel telur keluar dan menurunkan tingkat kesuburan seorang wanita! Tak cuma berhenti di situ, olahraga berlebihan mampu memengaruhi fungsi hormon, khususnya hormon leptin.

Jika hormon tersebut diproduksi lebih banyak akibat aktivitas fisik yang melelahkan, nafsu makan pun bisa menurun. Ya, bagi orang yang sedang diet, mungkin jadi menguntungkan. Tapi, bagi yang sedang program hamil, justru merugikan.

Jika Anda tak memiliki nafsu makan yang cukup untuk menerima asupan lemak sehat, tubuh akan gagal dalam mewujudkan ovulasi. Hormon leptin yang terlalu banyak pun mengacaukan metabolisme tubuh.

Bukannya jadi sehat, Anda justru berpotensi tidak haid selama tiga bulan! Dalam dunia medis, kondisi ketiadaan haid dinamakan amenore.

Amenore memang dipicu oleh beberapa hal. Misalnya saja, berat badan yang terlalu rendah, hormon, stres, dan olahraga berlebihan.

Biasanya, ketiadaan datang bulan tersebut juga dibarengi dengan kemunculan sejumlah gejala, seperti sakit kepala, nyeri panggul, tumbuhnya rambut-rambut halus di wajah, dan tumbuh jerawat.

Cara agar Kesuburan Kembali Normal

Kabar baiknya, kondisi kesuburan yang dipengaruhi oleh olahraga berlebih dapat diperbaiki.

Adapun cara yang bisa dilakukan agar amenore tidak terjadi lagi, sehingga kesuburan tidak terganggu, antara lain sebagai berikut ini.

- Tambahkan asupan kalori. Semakin kurus tubuh Anda akibat dampak olahraga dan diet berlebih, makin banyak pula kalori yang harus ditambah. Anda bisa berkonsultasi kepada dokter atau ahli gizi soal jumlah kalori yang dibutuhkan.

- Konsumsi obat kesuburan atau pil KB agar hormon reproduksi kembali normal. Untuk yang satu ini, pastikan Anda berkonsultasi dulu kepada dokter, khususnya soal dosis agar tidak menimbulkan efek samping yang merugikan.

- Untuk sementara waktu, Anda memang harus menghentikan kegiatan olahraga yang berat dan lama sampai kondisi haid membaik. Jika ingin beraktivitas fisik, cukup dengan berjalan kaki.

- Jika penambahan kalori sudah membuat berat badan lebih ideal (tidak terlalu kurus) dan datang bulan sudah kembali lancar, barulah Anda boleh olahraga lagi. Tapi ingat, jangan lagi Anda melakukan olahraga yang berlebihan!

Meski sederhana, dr. Sara Elise Wijono, MResdari KlikDokter mengatakan jalan kaki dapat memperkuat otot-otot, jantung, dan paru-paru. Lakukan hal tersebut saja untuk membakar kalori.

Sementara itu, selain olahraga berlebihan, sebenarnya masih ada hal-hal yang mesti dihindari. Menurut dr. Resthie Rachmanta Putri, M.Epid dari KlikDokter bila ingin kualitas kesuburan tidak menurun, hindari asap rokok, begadang, kafein yang terlalu banyak, dan jumlah asupan makanan berlemak jahat.

Karena kini Anda sudah mengetahui konsekuensi di balik olahraga berlebih, maka jangan lakukan beberapa hal di atas.

Ya, khususnya pada wanita! Sebab, olahraga berlebihan hanya akan menyebabkan gangguan kesuburan dan akan menyusahkan Anda di kemudian hari bila ingin melakukan program hamil. Lakukan semua hal positif secukupnya agar hasilnya tidak jadi bumerang.**