
Nusaperdana.com,Siak--Adanya penemuan sesosok mayat laki-laki di samping pagar luar RSUD Tengku Rafian Siak gegerkan warga di sekitar Jalan Raja Kecik, Kelurahan Kampung Dalam, Kecamatan Siak, di area semak-semak, Selasa (14/7/2026) siang.
Identitas mayat diketahui bernama AKL (30), seorang dokter yang sedang menjalani Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Residen Anestesi di RSUD Tengku Rafian Siak. Korban diketahui berasal dari Jalan Air Kabur Atas, Kelurahan Wailola, Kecamatan Bula, Kabupaten Seram Bagian Timur, Provinsi Maluku.
Berdasarkan informasi yang dihimpun dari sejumlah sumber di rumah sakit, korban baru bertugas di rumah sakit tersebut dalam waktu singkat, dengan keterangan yang menyebut kurang dari satu bulan.
Penemuan jasad itu, pertama kali ditemukan oleh rekan sejawat yang telah mencari korban sejak sore kemarin. Berawal korban dilaporkan hilang oleh istrinya, karena nomor yang biasa digunakan sang suami tidak aktif.
Posisi Jasad korban ditemukan terlentang di lahan kosong disamping pagar lingkungan rumah sakit. Saat ditemukan, korban mengenakan kemeja lengan panjang berwarna biru muda dan celana kain hitam. Di beberapa bagian tubuh korban terlihat adanya lebam, dan ada luka di belakang kepala korban saat istri korban berteriak sementara jasad telah mulai didatangi serangga.
Adanya penemuan mayat tersebut sontak mengundang perhatian warga dan pegawai rumah sakit. Sekitar pukul 12.23 WIB, personel Polres Siak bersama petugas RSUD Tengku Rafian langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Garis polisi dipasang untuk mengamankan lokasi, sementara warga memadati area sekitar untuk menyaksikan proses evakuasi.
Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, korban sebelumnya dilaporkan tidak diketahui keberadaannya sejak Senin (13/7/2026) sekitar pukul 17.30 WIB.
Korban disebut tidak kembali ke rumah maupun ke tempat tinggalnya di rumah dinas yang berada di lingkungan RSUD Tengku Rafian hingga malam hari, sehingga keluarga dan rekan kerja mulai melakukan pencarian.
Petugas keamanan kemudian memeriksa rekaman kamera pengawas (CCTV). Dari rekaman tersebut, korban terakhir terlihat berjalan seorang diri keluar dari area rumah sakit melalui pintu depan Pos Security II menuju arah luar pagar rumah sakit.
Pencarian terus dilakukan hingga Selasa pagi. Sekitar pukul 11.30 WIB, dua petugas keamanan bersama sopir ambulans yang berinisiatif menyisir area semak belukar di luar pagar rumah sakit yang menjadi titik terakhir keberadaan korban berdasarkan rekaman CCTV.
"Korban terlihat berjalan keluar dari area rumah sakit. Pagi tadi tidak ada di tempat tinggalnya, lalu kami melakukan pencarian. Korban akhirnya ditemukan di lahan kosong di samping RSUD dalam posisi terlentang," kata petugas keamanan tersebut.
Polisi Belum Simpulkan Penyebab Kematian
Kasat Reskrim Polres Siak, AKP Dr. Kosmos Parmulais, mengatakan pihaknya belum dapat memastikan penyebab kematian korban karena penyelidikan masih berlangsung.
"Belum bisa dipastikan penyebab kematiannya. Namun, dari pemeriksaan awal di lokasi terlihat ada beberapa bagian tubuh yang mengalami lebam," ujar AKP Kosmos di lokasi kejadian.
Polisi kemudian melakukan olah TKP dan mengamankan sejumlah barang bukti berupa tas sandang yang berisi peralatan medis, dompet, telepon genggam, serta kartu identitas (ID Card) RSUD Tengku Rafian Siak milik korban.
Sementara itu, Kapolres Siak AKBP Sepuh Ade Irsyam Siregar melalui Kasi Humas Polres Siak Aiptu Dedek Prayoga membenarkan adanya penemuan jenazah tersebut.
"Benar, pada hari Selasa sekitar pukul 11.30 WIB personel Polsek Siak bersama Satreskrim Polres Siak menerima laporan adanya penemuan seorang laki-laki dalam keadaan meninggal dunia di area semak belukar di samping pagar luar RSUD Tengku Rafian. Setelah menerima laporan, petugas langsung mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara dan penyelidikan," ujar Aiptu Dedek.
Untuk memastikan penyebab kematian, jenazah telah dievakuasi dan dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Pekanbaru guna menjalani proses autopsi.
Aiptu Dedek mengatakan, berdasarkan keterangan awal dari pihak keluarga, korban diketahui tidak memiliki riwayat penyakit kronis maupun persoalan rumah tangga.
"Dari hasil pemeriksaan awal dan keterangan keluarga, korban tidak memiliki riwayat penyakit kronis maupun permasalahan dalam rumah tangga. Namun demikian, kami masih mendalami seluruh fakta yang ada dan belum dapat menyimpulkan penyebab kematian korban," jelasnya.
"Saat ini penyelidikan masih terus berlangsung. Kami telah berkoordinasi untuk pelaksanaan autopsi sebagai bagian dari proses penyidikan. Polres Siak mengimbau masyarakat agar tidak berspekulasi mengenai penyebab kematian korban dan menunggu hasil penyelidikan serta autopsi resmi," tutup Aiptu Dedek. (Donni)