
NUSAPERDANA.COM, KAMPAR – Komisi II DPRD Kabupaten Kampar meminta persoalan tunggakan pembayaran obat di RSUD Bangkinang segera diselesaikan agar tidak berdampak terhadap pelayanan kesehatan masyarakat.
Ketua Komisi II DPRD Kampar, Tony Hidayat, mengatakan DPRD tidak ingin masyarakat mengalami kesulitan mendapatkan pelayanan medis hanya karena persoalan administrasi dan keuangan rumah sakit.
Menurutnya, rumah sakit harus memastikan ketersediaan obat tetap aman sehingga pelayanan kepada pasien berjalan normal tanpa hambatan.
“Kami mengingatkan agar persoalan ini segera dicarikan jalan keluar. Jangan sampai masyarakat yang membutuhkan pengobatan justru menjadi korban,” ujar Tony, Rabu (13/5/2026).
Ia menilai kondisi tersebut harus menjadi perhatian serius semua pihak, baik manajemen rumah sakit maupun pemerintah daerah, karena menyangkut kebutuhan dasar masyarakat dalam mendapatkan pelayanan kesehatan.
Sebagai bentuk pengawasan, Komisi II DPRD Kampar akan melakukan hearing bersama pihak RSUD Bangkinang untuk meminta penjelasan terkait kondisi keuangan rumah sakit dan langkah-langkah penyelesaian yang sedang dilakukan.
Tony juga menegaskan DPRD Kampar ingin ada langkah nyata dan solusi jangka panjang agar persoalan serupa tidak terus berulang setiap tahun dan membebani pelayanan rumah sakit daerah.
“Kita ingin pelayanan kesehatan tetap maksimal. Jangan sampai persoalan keuangan membuat pelayanan kepada masyarakat terganggu,” tegasnya.
DPRD Kampar berharap koordinasi antara rumah sakit, pemerintah daerah, dan pihak terkait dapat berjalan lebih baik sehingga persoalan tunggakan dapat segera diselesaikan dan pelayanan kesehatan masyarakat tetap terjaga.