Persentase Penderita Stunting di Kecamatan Mandah Tahun 2021 Menurun

Jumat, 31 Desember 2021

Grafik Penurunan Presentase Stunting per-desa di Kecamatan Mandah Tahun 2020 dan 2021

Nusaperdana.com, Indragiri Hilir - Persentase penderita stunting di Kecamatan Mandah, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) pada tahun 2021 menunjukkan penurunan. Hal ini diketahui berdasarkan grafik persentase stunting per desa se-Kecamatan Mandah yang dirilis pihak UPT Puskesmas Mandah.

Persentase penderita stunting di Kecamatan Mandah per 31 Desember 2021 berada pada angka 2,2 persen, turun drastis dibandingkan tahun 2020 lalu yang berada di level 6,09. Angka tersebut merupakan angka kumulatif penderita stunting per desa se-Kecamatan Mandah.

Menurut Kepala UPT Puskesmas Kecamatan Mandah, Hj Turiah penurunan prevalensi penderita stunting terjadi dikarenakan langkan penanggulangan dan pencegahan yang diambil oleh pihaknya.

Menurut Turiah, terdapat sejumlah langkah penting yang diambil sebagai upaya penanggulangan dan pencegahan stunting di Kecamatan Mandah, mulai dari penyuluhan dan sosialisasi ASI Ekslusif, pendidikan gizi untuk ibu hamil, pemberian Tablet Tambah Darah (TTD) untuk ibu hamil dan remaja Putri, Inisiasi Menyusu Dini (IMD), Pemberian makan pada Bayi,dan Anak (PMBA), pemberian mikro, pemberian vitamin A untuk bayi balita, pemberian obat cacing, program penyehatan lingkungan hingga penyediaan sarana dan prasarana air bersih dan sanitasi.

"Sederet kegiatan yang dilaksanakan itu menyasar sejumlah kalangan masyarakat beresiko, yakni Remaja putri, Calon Pengantin, Pasangan usia subur (PUS), Ibu Hamil, Bayi Usia Bawah dua tahun (Baduta)," tutur Turiah, Jumat (31/12/2021) melalui sambungan seluler.

Turiah mengungkapkan, stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak balita (bayi di bawah lima tahun) akibat dari kekurangan gizi kronis dan infeksi berulang terutama pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Untuk itu, diperlukan pula perhatian terhadap sejumlah faktor determinan penyebab stunting, antara lain faktor lingkungan, seperti akses air bersih dan jamban sehat, pola asuh, kesehatan reproduksi seperti pernikahan dini, pelayanan ibu hamil, Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), Ekonomi serta Pengetahuan terkait kesehatan.

"Ekonomi menjadi salah satu faktor penting yang juga perlu diperhatikan. Masyarakat dengan ekonomi lemah akan cenderung tidak mampu melakukan pemenuhan gizi. Begitu juga dengan pengetahun yang minim, membuat kesadaran akan pentingnya pemenuhan gizi juga kurang," jelas Turiah.

Penurunan drastis prevalensi stunting di Kecamatan Mandah, diungkapkan Turiah juga dikarenakan adanya pelaksanaan Gerakan Satu Hati Jilid II (Dua) yang digagas kembali oleh Hj Zulaikhah Wardan selaku ketua. Sehingga, melalui kegiatan tersebut, penanggulangan dan pencegahan stunting dapat lebih fokus dengan berbagai jenis dukungan.

"Selain itu, tentunya kami berterima kasih kepada pihak Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir melalui Pemerintah Kecamatan Mandah yang telah juga mendukung segala kegiatan dalam rangka pengentasan stunting. Kami berharap, Kecamatan Mandah mampu mencapai predikat Zero Stunting di masa mendatang," tutup Turiah.