Steam Deck Alami Kenaikan Harga 300 Dollar AS di Tengah Persaingan 2026

Kenaikan harga Steam Deck hingga 300 dollar AS terjadi di tengah kelangkaan RAM global akibat kebutuhan pusat data AI.
Penulis: Fajar
Minggu, 06 September 2026 | 06:02:01 WIB

NUSAPERDANA.COM — Krisis kelangkaan RAM atau RAMageddon akibat serbuan kebutuhan pusat data kecerdasan buatan (AI) memukul industri konsol genggam pada 2026. Banderol Steam Deck melonjak hingga 300 dollar AS (sekitar Rp 4,95 juta), membalik tren harga perangkat keras yang lazimnya turun seiring waktu.

Kenaikan harga ini terjadi saat ekosistem game PC makin menuntut tenaga komputasi ekstra sejak Unreal Engine 5 meluncur. Valve sendiri tidak menambah performa mentah pada Steam Deck OLED dan hanya membenahi aspek layar serta baterai, sehingga posisinya kini terjepit mesin-mesin pesaing.

Kekuatan Baterai dan Bobot Bodi Jadi Nilai Lebih

Steam Deck OLED unggul dalam daya tahan pemakaian harian berkat efisiensi manajemen daya sistem operasi SteamOS. Walau rivalnya membawa kapasitas baterai di atas kertas yang lebih besar, daya perangkat kompetitor cepat terkuras saat dipaksa bekerja pada potensi penuh.

Kenyamanan genggam konsol ini juga terbantu oleh rancang bangun fisiknya. Di luar Nintendo Switch 2, Steam Deck merupakan perangkat paling ringan di antara konsol genggam PC sekelasnya.

Komparasi Kinerja Melawan Xbox Ally dan Legion Go

Asus ROG Xbox Ally, Ally X, dan jajaran Lenovo Legion Go menyajikan frame rate lebih tinggi di berbagai game modern. Keunggulan tersebut terbukti dari pengujian sintetis 3DMark Time Spy, kecuali pada varian Legion Go S dan model yang memakai cip AMD Z2 bertenaga lebih rendah.

Perbedaan performa game antara Steam Deck dan para rival terkadang sangat tipis hingga hitungan beberapa frame saja. Pilihan perangkat bergantung pada kebutuhan kontroler lepas-pasang seperti milik Legion Go, atau integrasi ekosistem Windows milik Xbox Ally.

Keterbatasan Game Kompetitif dan Harga Pasar

Sistem operasi SteamOS pada Steam Deck memiliki kelemahan mendasar karena tidak bisa menjalankan game dengan sistem proteksi anti-cheat tertentu. Pemain dipastikan absen memainkan judul kompetitif populer seperti Fortnite serta CoD: Warzone.

"If you only want to play Steam games and you're not too worried about bleeding-edge graphics, Steam Deck is still a great little machine, even with the price increase," kata Jessica Conditt.

Pilihan alternatif jatuh kepada Nintendo Switch 2 yang harganya naik menjadi 500 dollar AS (sekitar Rp 8,25 juta) dari 450 dollar AS (sekitar Rp 7,42 juta) pada September 2026. Konsol Nintendo tersebut tetap menjadi opsi termurah yang mendukung teknologi grafis Nvidia DLSS serta fitur HDR bersama Steam Deck.

Steam Deck OLED masih lebih terjangkau dibandingkan Xbox Ally X maupun generasi baru Lenovo Legion Go. Pemain yang memprioritaskan katalog Steam dan daya tahan pemakaian panjang tetap mendapatkan perangkat yang layak, kendati lonjakan harga 300 dollar AS mengubah hitungan ekonomisnya.

Reporter: Fajar