Pencarian

Cegah Karhutla dari Lingkungan, Tim Mabes TNI Ajak Warga Hentikan Pembakaran Sampah Sembarangan

Senin, 31 Agustus 2026 • 06:20:25 WIB
Cegah Karhutla dari Lingkungan, Tim Mabes TNI Ajak Warga Hentikan Pembakaran Sampah Sembarangan

NUSAPERDANA.COM,DURI – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tidak selalu berawal dari pembakaran lahan dalam skala besar. Kebiasaan membakar sampah, rumput maupun dedaunan kering secara sembarangan juga dapat menjadi pemicu kebakaran, terutama saat cuaca panas dan kering.

Pesan tersebut disampaikan Ketua Tim Penyuluhan Karhutla dari Mabes TNI, Brigjen TNI (Mars) Freddy Jhon Hamonangan Pardosi, dalam kegiatan penyuluhan dan diskusi bersama masyarakat serta unsur pemerintahan di wilayah Kelurahan Air Jamban, Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis.

Dalam paparannya, ia mengingatkan masyarakat agar mengubah kebiasaan membersihkan lingkungan dengan cara membakar. Menurutnya, menjaga kebersihan lingkungan merupakan hal positif, tetapi pembakaran sampah dan dedaunan kering berisiko memicu api, terlebih ketika kondisi kering dan angin cukup kencang.

“Jangan sampai kebiasaan membersihkan lingkungan justru menimbulkan persoalan yang lebih besar. Apalagi ketika musim kemarau, kondisi rumput dan dedaunan kering sangat mudah terbakar,” ujarnya.

Ia menekankan, dampak karhutla tidak hanya merusak lingkungan, tetapi juga dapat mengganggu kesehatan, pendidikan, transportasi hingga aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat.

“Kalau terjadi kebakaran, dampaknya dirasakan langsung oleh masyarakat. Asap bukan hanya mengganggu lingkungan, tetapi juga kesehatan, pendidikan, transportasi dan aktivitas masyarakat,” tegasnya.

Karena itu, masyarakat diminta meningkatkan kepedulian dan segera melaporkan apabila menemukan titik api maupun aktivitas pembakaran yang berpotensi menyebabkan kebakaran meluas.

“Jangan menunggu api membesar baru kita bergerak. Pencegahan jauh lebih penting daripada penanganan setelah kebakaran terjadi,” katanya.


Sinergi dari Bawah ke Atas

Danramil 03/Mandau Kapten Czi Suratmin mengatakan, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi sarana penyampaian program, tetapi juga wadah untuk menyerap aspirasi dan persoalan yang dirasakan masyarakat.

Cegah Karhutla dari Lingkungan, Tim Mabes TNI Ajak Warga Hentikan Pembakaran Sampah Sembarangan

Menurutnya, program yang disusun tidak cukup hanya berdasarkan kebijakan dari atas, tetapi harus mempertimbangkan kondisi dan kebutuhan masyarakat di lapangan.

“Kita ingin berdiskusi dan berbagi informasi. Bapak-Bapak yang berada di lapangan tentunya lebih memahami kondisi wilayah, baik dari sisi hukum, kultur masyarakat, kondisi tanah maupun karakteristik lingkungan setempat,” ujarnya.

Ia menilai informasi dari masyarakat dan aparat di tingkat bawah sangat penting untuk mengidentifikasi persoalan secara lebih tepat. Apalagi jika persoalan menyangkut wilayah luas seperti perkebunan atau lahan, penanganannya membutuhkan keterlibatan berbagai pihak.

Keterbatasan personel dan sarana di tingkat kecamatan maupun desa, lanjutnya, menjadi tantangan yang harus diatasi melalui sinergi pemerintah, TNI, Polri dan masyarakat.

“Apa yang kita dapatkan dari diskusi ini nantinya akan menjadi catatan dan bahan untuk disampaikan kepada pihak yang lebih tinggi. Prinsipnya dari bawah ke atas,” jelasnya.

Tujuan akhirnya, kata Suratmin, adalah menjaga keamanan, kesehatan, kenyamanan serta keberlangsungan lingkungan dan kehidupan masyarakat dalam jangka panjang.


Air Jamban Sambut Tim Penyuluhan

Sementara itu, Lurah Air Jamban Rifky Elyaningsih, S.STP., M.Si, menyampaikan apresiasi atas kehadiran Tim Penyuluhan Karhutla Mabes TNI di tengah masyarakat.

Cegah Karhutla dari Lingkungan, Tim Mabes TNI Ajak Warga Hentikan Pembakaran Sampah Sembarangan

Menurutnya, kehadiran tim tersebut menjadi kehormatan sekaligus kebanggaan bagi Kelurahan Air Jamban. Ia juga mengapresiasi Danramil 03/Mandau yang telah membantu dan menginisiasi kegiatan tersebut.

Rifky turut menyampaikan terima kasih kepada para ketua RT dan RW yang telah meluangkan waktu serta memberikan dukungan dalam kegiatan penyuluhan.
Ia berharap materi yang disampaikan dapat menambah pengetahuan masyarakat dan diterapkan di lingkungan masing-masing sehingga potensi bencana dapat dicegah sejak dini.

“Yang paling utama, tentunya kami berharap tidak terjadi lagi kejadian bencana di wilayah Kelurahan Air Jamban. Semoga kita semua senantiasa diberikan keselamatan, kesehatan dan perlindungan,” harapnya.


TNI Libatkan Tiga Matra

Dalam kesempatan tersebut, Brigjen TNI (Mars) Freddy Jhon Hamonangan Pardosi menjelaskan bahwa kehadiran Satgas TNI merupakan bagian dari upaya pemerintah menangani persoalan bencana yang dampaknya telah dirasakan masyarakat.

Mabes TNI melibatkan unsur dari tiga matra, yakni TNI Angkatan Darat, TNI Angkatan Laut dan TNI Angkatan Udara. Penanganan karhutla, menurutnya, tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja.

“Kami datang bukan karena tidak ada persoalan. Justru kami datang karena ada persoalan yang harus kita selesaikan bersama,” ungkapnya.

Ia menegaskan, TNI tidak hanya memiliki tugas di bidang pertahanan negara, tetapi juga membantu pemerintah dalam penanggulangan bencana dan memberikan perlindungan kepada masyarakat.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan diskusi bersama masyarakat dan unsur terkait mengenai dampak karhutla, langkah penanganan serta upaya pencegahan agar kebakaran hutan dan lahan tidak kembali terjadi.**

Follow news.nusaperdana.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks