Pencarian

Staf Penerbit Terinfeksi Corona, Manga 'One Piece' Tak Terbit Pekan Ini

Jumat, 17 April 2020 • 11:53:28 WIB
Staf Penerbit Terinfeksi Corona, Manga 'One Piece' Tak Terbit Pekan Ini
Sumber Foto: Detik.com

Nusaperdana.com, Jakarta - Shonen Jump mengumumkan libur selama seminggu tidak akan menerbitkan komik terbarunya. Tim penerbit manga terbesar di Jepang itu bakal kembali pada Minggu (19/4).

Manga 'One Piece 978' adalah salah satu komik yang terkena dampaknya. Komik karangan Eiichiro Oda ini terpaksa libur demi pencegahan COVID-19.

Kabar ini diumumkan Shonen Jump pada 11 April setelah salah satu staf penerbit diduga terinfeksi COVID-19 pada 8 April. Shonen Jump pun menunda semua proses produksi komik-komik yang rilis pekan ini.

"Kami akan istirahat sampai 19 Apri, kami akna kembali dengan cerita yang lebih berkualitas," kicau Shonen Jump, seperti dilansir detikcom, Jumat (17/4).

Lewat keterangan yang diunggah di blog, Shonen Jump meminta penggemar agar mengerti, sabar, dan tetap mendukung.

"Kita semua bersama-sama, jadi pikirkan seperti pahlawan Shonen Jump favoritmu seperti Luffy, Naruto, Deku, dan tetap kuat serta positif. Kamu bisa melakukannya," tulis Shonen Jump.

Shonen Jump mengumumkan pada 8 April 2020, seorang anggota departemen editorial mingguan Shonen Jump yang berusia 40 tahun diduga mengidap COVID-19.

"Orang ini tidak hadir bekerja sejak demam pada 2 April. Ia mencari perawatan medis dan saat ini menunggu hasil tes PCR. Ia tidak memiliki kontak langsung dengan mangaka (komikus) sebagai bagian dari tugas mereka," tulis Shonen Jump.

Lantaran alasan tersebut, pihak penerbit menunda perilisannya untuk terbit pada pekan berikutnya. "Komik yang dalam bahasa inggris terbit di shonenjump.viz.com dan MangaPlus juga akan ditunda satu minggu," sambungnya.

Sumber: Detik.com

Follow news.nusaperdana.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Redaksi
Profil Penulis Redaksi

Editor: Redaksi

Lihat Profil

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks