Pencarian

ULTJ Akuisisi Frisian Flag Rp14,6 Triliun via Rights Issue 7,87 Miliar Saham

Sabtu, 19 September 2026 • 06:42:01 WIB
ULTJ Akuisisi Frisian Flag Rp14,6 Triliun via Rights Issue 7,87 Miliar Saham
Saham ULTJ ditutup naik 8,42% ke Rp2.060 pada perdagangan Jumat (18/9/2026).

NUSAPERDANA.COM — PT Ultra Jaya Milk Industry & Trading Company Tbk. (ULTJ) menetapkan harga pelaksanaan rights issue Rp2.150 per saham untuk mengakuisisi 100% saham PT Frisian Flag Indonesia (FFI) senilai sekitar Rp14,6 triliun. Aksi korporasi ini menjadi pintu masuk FrieslandCampina sebagai pengendali baru ULTJ dengan kepemilikan 28,95%—30,81%. Pasar merespons positif, saham ULTJ ditutup naik 8,42% ke Rp2.060 pada perdagangan Jumat (18/9/2026).

Hak untuk mengambil bagian dalam rights issue dialihkan oleh pengendali ULTJ kepada pemegang saham FFI, yakni FrieslandCampina International Holding B.V., Blue Waves Group Ventures Pte. Ltd., dan PT Bahtera Wiraniaga Internusa.

FrieslandCampina Jadi Pengendali Baru ULTJ

Setelah transaksi rampung, FrieslandCampina diproyeksikan menguasai sekitar 28,95%—30,81% saham ULTJ dan berstatus sebagai pengendali baru. Perubahan pengendalian ini akan diikuti pelaksanaan tender offer wajib sesuai ketentuan yang berlaku.

FrieslandCampina memastikan keluarga Prawirawidjaja tetap menjadi pemegang saham signifikan ULTJ. Sabana Prawirawidjaja juga tetap menjabat sebagai direktur utama, dan perseroan tetap berstatus perusahaan terbuka di Indonesia.

Rencana transaksi masih membutuhkan persetujuan pemegang saham melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang dijadwalkan pada 27 Oktober 2026, serta persetujuan regulator di Indonesia.

Agenda Lain di RUPSLB: Dividen dan Perubahan Direksi

Selain membahas rights issue, agenda RUPSLB ULTJ mencakup permintaan persetujuan penggunaan sebagian saldo laba ditahan untuk dibagikan sebagai tambahan dividen tunai final. Rapat yang sama juga akan meminta persetujuan perubahan susunan direksi dan komisaris.

Valuasi Premium dan Risiko Dilusi Laba per Saham

Analis Stockbit Sekuritas menyoroti harga tender offer wajib yang akan menggunakan harga akuisisi Rp2.150 per saham sebagai acuan terendah. Dari sisi valuasi, akuisisi FFI mengimplikasikan sekitar 19 kali annualized price to earnings ratio (P/E), mengacu pada laba bersih FFI sekitar Rp440 miliar selama 7 bulan 2026 yang telah disetahunkan.

FFI mencatatkan pendapatan sekitar Rp7,8 triliun selama 7 bulan 2026 dengan margin laba bersih di kisaran 5,6%. Sebagai pembanding, ULTJ diperdagangkan pada sekitar 10 kali annualized P/E per Jumat (18/9/2026) dengan margin laba bersih sekitar 19% selama 7 bulan 2026.

Analis menilai struktur transaksi tersebut membuat akuisisi FFI dilakukan pada valuasi premium dibandingkan valuasi ULTJ dan berpotensi memberikan dilusi terhadap laba per saham.

"Artinya, akuisisi FFI oleh ULTJ dilakukan pada valuasi premium dan mendilusi laba per saham. Kami menilai potensi upside bagi ULTJ ke depannya dapat datang dari sinergi serta skala operasi/size perusahaan yang lebih besar, sehingga bisa saja membuka ruang bagi re-rating valuasi," tulis analis Stockbit Sekuritas.

Sinergi dan Skala Operasi Jadi Kunci Upside

Potensi perubahan ke depan berasal dari sinergi antara kedua bisnis serta skala operasi ULTJ yang lebih besar setelah akuisisi. Analis menilai kombinasi keduanya bisa membuka ruang bagi re-rating valuasi ULTJ, meski dampak jangka pendek terhadap laba per saham masih menjadi perhatian pasar.

Dari sisi harga saham, pasar merespons pengumuman kerja sama strategis tersebut dengan kenaikan 8,42% ke level Rp2.060 per saham pada penutupan perdagangan Jumat (18/9/2026).

Sumber: market.bisnis.com

Follow news.nusaperdana.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks