Pencarian

Waduk PLTA Batang Toru Digenangi, Tambah 510 MW Listrik Sumut

Minggu, 11 Oktober 2026 • 06:02:01 WIB
Waduk PLTA Batang Toru Digenangi, Tambah 510 MW Listrik Sumut
Waduk PLTA Batang Toru mulai digenangi pada triwulan IV 2026.

NUSAPERDANA.COM — Waduk PLTA Batang Toru berkapasitas 510 megawatt di Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, mulai digenangi pada triwulan IV 2026. Langkah ini menjadi syarat wajib sebelum pembangkit bisa diuji dan beroperasi, di tengah cadangan operasional listrik Sumatera yang hanya tersisa 4 persen.

Wakil Menteri ESDM Yuliot menyatakan penggenangan waduk PLTA Batang Toru menjadi tahap krusial untuk menguji seluruh fasilitas pembangkit. Mulai dari powerhouse, ketinggian genangan sesuai target, hingga penyaluran daya ke jaringan transmisi.

Tanpa penggenangan, pengujian menyeluruh tidak bisa dilakukan. Seluruh kegiatan penggenangan pun dipercepat pada triwulan IV 2026, disertai uji coba instrumen selama dua pekan sebelum pembangkit diuji masuk ke jaringan PLN.

Cadangan Listrik Sumatera Cuma 4 Persen

Kebutuhan listrik di Sumatera bagian utara biasanya melonjak saat Natal dan Tahun Baru. Kondisi itu membuat kehadiran PLTA Batang Toru dinilai mendesak.

Yuliot menyebut cadangan operasional sistem kelistrikan Sumatera saat ini hanya 4 persen. Angka itu jauh dari standar ideal yang seharusnya berada di kisaran 15 hingga 20 persen.

"Cadangan operasional hanya 4 persen. Idealnya kan sekitar 15 sampai 20 persen," ujar Yuliot dalam keterangan tertulis, Sabtu (10/10/2026).

PLN menambahkan, sistem Sumatera bagian utara masih ditopang pasokan dari Sumatera bagian selatan melalui jaringan transmisi. Ketergantungan ini menjadi risiko tersendiri ketika beban listrik naik tajam.

Tambahan 510 MW Cukup untuk 4-5 Tahun

Pertumbuhan beban listrik Sumatera Utara mencapai sekitar 100-120 MW per tahun. Dengan kapasitas 510 MW, tambahan daya dari Batang Toru diperkirakan dapat menopang kebutuhan provinsi itu hingga empat sampai lima tahun ke depan.

Kapasitas sebesar itu juga memberi ruang bagi PLN untuk mengurangi tekanan pada jaringan transmisi antarwilayah. Pasokan listrik tidak lagi sepenuhnya bergantung pada kiriman dari Sumatera bagian selatan.

Setelah penggenangan rampung dan uji coba instrumen selesai, pembangkit akan diuji untuk masuk ke jaringan PLN. Kementerian ESDM tinggal memastikan seluruh proses berjalan sesuai target.

"Dari Kementerian ESDM tinggal memastikan bisa berjalan baik. Kalau sudah berjalan dengan baik, kita akan menerbitkan sertifikat laik operasi," kata Yuliot.

Sertifikat laik operasi menjadi syarat terakhir sebelum PLTA Batang Toru resmi memasok listrik ke sistem kelistrikan Sumatera. Bagi masyarakat Sumatera Utara, tambahan 510 MW berarti pasokan yang lebih stabil saat beban puncak akhir tahun.

Sumber: idxchannel.com

Follow news.nusaperdana.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks