NUSAPERDANA. COM, KAMPAR – Kapolres Kampar AKBP Boby Putra Ramadhan Sebayang turun langsung memimpin pemadaman kebakaran lahan di kawasan perbukitan perbatasan Desa Sungai Sarik, Kecamatan Kampar Kiri, dan Desa Balung, Kecamatan XIII Koto Kampar, Riau. Untuk mencapai lokasi, tim harus menempuh perjalanan sekitar 50 kilometer selama lima jam dengan kondisi medan terjal dan berbatu.

Pemadaman dilakukan pada Kamis (17/9/2026), mulai pukul 07.00 WIB. Dari hasil pengecekan di lapangan, petugas menemukan tujuh titik api yang tersebar di kawasan tersebut. Luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai sekitar 10 hektare.

AKBP Boby memimpin langsung pergerakan personel menuju lokasi kebakaran. Medan yang dilalui berupa perbukitan dengan bebatuan cadas, sementara sumber air berada cukup jauh. Kondisi semakin sulit karena kawasan tersebut tidak memiliki jaringan komunikasi.

Sebanyak 98 personel gabungan dikerahkan untuk menangani kebakaran. Mereka terdiri dari 53 personel Polres Kampar dan Polsek Kampar Kiri, 28 personel Brimobda Polda Riau, dua personel TNI, 10 personel Manggala Agni, serta lima personel RPK PT Ciliandra.

Berbagai peralatan turut dibawa ke lokasi, di antaranya sembilan kendaraan roda empat, 13 kendaraan roda dua, puluhan gulung selang, 10 nozzle, enam Mini Streker, dua mesin Robin, dan 50 jeriken cairan pemadam X-Fire.

Keterbatasan air membuat proses pemadaman harus dilakukan secara bertahap. Personel mengangkut air dari sumber yang tersedia kemudian menyiram titik-titik api dan melakukan pendinginan untuk mencegah munculnya kembali bara.

“Tidak ada medan yang terlalu jauh dan tidak ada keterbatasan yang boleh mengalahkan niat kami untuk menjaga alam,” kata Boby.

Dia mengatakan perjalanan panjang menuju lokasi merupakan bagian dari tanggung jawab kepolisian dalam menangani kebakaran lahan.

“Kami datang bukan sekadar memadamkan api, tetapi menunjukkan bahwa setiap jengkal tanah di Kabupaten Kampar adalah tanggung jawab kami,” ujarnya.

Hingga laporan ini dibuat, tujuh titik api telah berhasil dipadamkan. Namun, asap masih terlihat di sejumlah bagian lahan karena masih terdapat bara di dalam tanah.

Tim gabungan masih berada di lokasi untuk melakukan pendinginan dan memastikan tidak ada titik api yang kembali menyala. Polisi juga melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab kebakaran serta pihak yang bertanggung jawab.

Kapolres Kampar mengimbau masyarakat tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar. Warga yang menemukan asap maupun titik api diminta segera melapor melalui layanan kepolisian 110 atau pos keamanan terdekat.

Reporter: Muhammad Sanusi