NUSAPERDANA.COM — Dua toren air tersebut masing-masing memiliki kapasitas 2.200 liter dan 1.100 liter. Fasilitas ini dipasang agar dapat dimanfaatkan bersama oleh warga yang masih bertahan di lokasi pengungsian selama masa tanggap darurat.
Direktur Utama PNM, Kindaris, menyatakan kebutuhan masyarakat di pengungsian terus berkembang seiring berjalannya waktu. Setelah pangan, akses air bersih menjadi prioritas utama yang harus tersedia setiap hari.
"Kami melihat kebutuhan masyarakat di pengungsian terus berkembang. Setelah pangan, air bersih menjadi kebutuhan yang sangat mendasar dan harus tersedia setiap hari," ujarnya dalam keterangan tertulis, Sabtu (22/8).
Bantuan Infrastruktur untuk Kebutuhan Jangka Menengah
Kindaris menekankan bahwa bantuan dalam situasi bencana tidak selalu harus berbentuk barang yang langsung habis digunakan. Infrastruktur sederhana yang dapat dipakai bersama dinilai lebih efektif membantu warga menjalani masa pengungsian dengan lebih layak.
"Harapannya, toren air ini bukan hanya membantu memenuhi kebutuhan hari ini, tetapi juga memberikan kemudahan bagi warga selama masih berada di pengungsian," lanjut Kindaris.
Pendekatan ini dipilih PNM agar dampak bantuan terasa lebih lama. Keberadaan toren air di posko pengungsian diharapkan mampu menjaga kebersihan lingkungan sekaligus kesehatan warga selama proses pemulihan pascagempa berlangsung.
Pemetaan Bertahap dan Rencana Dukungan Lanjutan
Sebelum menyalurkan bantuan air bersih, PNM Peduli terlebih dahulu melakukan pemetaan kebutuhan di lapangan serta memastikan kondisi karyawan dan nasabah di wilayah terdampak. Hasil pemetaan tersebut menjadi dasar penyaluran bantuan secara bertahap.
Adapun bantuan yang telah disalurkan PNM sebelumnya meliputi makanan, kebutuhan bayi dan perempuan, serta dukungan operasional dapur umum. Kini, dukungan diperluas dengan penyediaan akses air bersih yang bersumber dari PDAM Ruteng.
PNM menyatakan akan terus memantau kondisi di lapangan untuk mengidentifikasi kebutuhan lain yang dapat didukung ke depan. Pemantauan dilakukan agar bantuan yang diberikan tetap relevan dengan kondisi terkini warga di lokasi pengungsian.
Di tengah proses pemulihan, PNM berharap dukungan ini dapat meringankan beban warga dan membuat hari-hari mereka selama di pengungsian menjadi sedikit lebih baik.