NUSAPERDANA.COM — Perluasan Wilayah dan Pertempuran di Pusat Kota
Klaim teritorial itu disampaikan Putin dalam konferensi pers di Bishkek, Kirgizstan, usai menghadiri pertemuan Organisasi Kerja Sama Shanghai (SCO), Selasa (2/9). Ia menyebut pasukan Rusia tengah meningkatkan kecepatan kemajuan di medan perang.
"Situasi di sepanjang garis kontak memungkinkan kami untuk bergerak lebih cepat," ujarnya. Putin juga menambahkan bahwa unitnya saat ini bertempur di distrik pusat Kota Orikhiv.
Jumlah permukiman yang diklaim dikuasai itu menjadi sinyal bahwa Moskow masih intensif melakukan operasi ofensif di wilayah timur dan selatan Ukraina, meski upaya diplomasi terus digaungkan.
Ancaman Balasan atas Serangan Infrastruktur
Di sisi lain, Putin menegaskan dan meningkatkan sikap kerasnya terhadap Kyiv. Rusia, kata dia, telah memberi instruksi kepada militer untuk bersiap melancarkan serangan besar-besaran terhadap fasilitas energi Ukraina.
Langkah itu merupakan respons atas apa yang digambarkan Kremlin sebagai serangan berkelanjutan Ukraina terhadap infrastruktur sipil serta fasilitas bahan bakar dan energi Rusia.
"Mereka menyerang kita, mereka akan menerima balasan," tegasnya dalam pernyataan yang dikutip Anadolu.
Pernyataan tersebut memperkuat pola eskalasi yang berlangsung sejak beberapa pekan terakhir, di mana kedua pihak saling menargetkan instalasi energi sebagai bagian dari strategi perang.
Alasan Menghindari Serangan ke Pimpinan Ukraina
Salah satu poin yang menarik perhatian adalah penjelasan Putin mengenai mengapa Rusia tidak menyerang pemimpin politik dan militer Ukraina sejak awal invasi. Ia mengatakan alasan tersebut bersifat pragmatis: Moskow membutuhkan mitra negosiasi.
"Kami membutuhkan orang-orang untuk negosiasi, jika mereka paham bahwa mereka ingin menyelesaikan masalah secara damai," kata Putin.
Ia menambahkan bahwa jika pihak berwenang Ukraina terus melakukan apa yang disebutnya sebagai tindakan teroris, maka Rusia akan memberikan tanggapan yang setimpal. Namun, pernyataan ini juga menegaskan bahwa Kremlin masih menyimpan ruang untuk dialog.
Sikap Mitra dan Harapan Perdamaian Abadi
Putin juga menyinggung kemungkinan perluasan format pembicaraan damai. Ia menyatakan Rusia terbuka terhadap peserta baru yang dinilainya dapat memberikan kontribusi nyata pada proses perundingan yang saat ini dianggapnya macet.
"Kami ingin menghentikan perang dan mencapai perdamaian abadi serta mutlak di Ukraina dan Eropa," ujarnya.
Ia mengklaim Moskow siap bernegosiasi dengan siapa pun yang bersedia berpartisipasi. Mengenai mitra internasional, Putin menyebut sahabat-sahabat Rusia, termasuk Tiongkok, mendukung percepatan perdamaian tanpa memberikan tekanan yang tidak pantas. Sikap ini menunjukkan adanya dinamika diplomatik yang terus berjalan di tengah pertempuran yang belum mereda di lapangan.