INDRAGIRI HULU — Pemerintah Kabupaten Indragiri Hulu bersama tim peneliti Universitas Riau (UNRI) menggelar Focus Group Discussion (FGD) penelitian bertajuk “Manajemen Strategi Mitigasi Bencana Banjir Berbasis Komunitas di Daerah Rawan Banjir”. Kegiatan berlangsung di Ruang Narasinga, Gedung Kantor Bupati Indragiri Hulu Lantai II, Pematang Reba, Senin (14/9/2026).

FGD tersebut dibuka secara resmi oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Indragiri Hulu, Zulfahmi Adrian, AP., M.Si. Forum ini menjadi bagian dari rangkaian penelitian untuk menggali informasi, pengalaman, serta masukan dari berbagai pemangku kepentingan mengenai pengelolaan risiko banjir di Kabupaten Indragiri Hulu.

Dosen UNRI, Pemkab Inhu dan Kepala Desa Bahas Mitigasi Banjir Berbasis Komunitas

Ketua Tim Peneliti Universitas Riau, Dr. Khusnul Fikri, S.E., M.M., mengatakan FGD menjadi ruang penting untuk memperoleh gambaran kondisi faktual di lapangan sekaligus mengidentifikasi strategi mitigasi yang dapat diterapkan dengan melibatkan masyarakat secara aktif.

Dr. Khusnul Fikri memimpin penelitian bersama anggota tim, yakni Dr. Febblina Daryanes, M.Pd.; Dr. Dra. Darmawati, M.Si.; Dr. Tomy Fitrio, S.E., M.M.; Naufal Tamir Aryandi; dan Melyana Dwi Sri Hastuti.

Dalam sambutannya, Sekretaris Daerah Kabupaten Indragiri Hulu menyampaikan apresiasi terhadap penelitian yang dinilai dapat memberikan kontribusi bagi pembangunan daerah, khususnya dalam menghadapi persoalan banjir di sejumlah wilayah.

“Terima kasih telah membuat kegiatan untuk kemajuan Inhu dan terus memperhatikan Kabupaten Indragiri Hulu yang kita cintai ini, apalagi Khusnul Fikri merupakan putra daerah Kabupaten Inhu,” ujar Zulfahmi.

FGD diikuti sekitar 20 peserta yang berasal dari unsur pemerintah daerah, pemerintah desa, akademisi, serta instansi dan organisasi terkait. Di antaranya Asisten I Kabupaten Indragiri Hulu, Dinas PUPRPKPP, Bapperida, BPBD, Dinas Lingkungan Hidup, Kebersihan dan Pertamanan, Kepala Desa Redang, Kepala Desa Danau Baru, Kepala Desa Alang Kepayang, Kepala Desa Barangan, KSOP Kuala Cenaku, serta Persatuan Hijau Riau (PeHR) Kabupaten Indragiri Hulu.

Diskusi berfokus pada berbagai persoalan banjir di wilayah desa yang berada di sekitar Daerah Aliran Sungai (DAS). Peserta membahas kondisi lingkungan, pengalaman menghadapi banjir, tantangan penanganan bencana, serta kebutuhan untuk memperkuat keterlibatan masyarakat dalam upaya mitigasi.

Dosen UNRI, Pemkab Inhu dan Kepala Desa Bahas Mitigasi Banjir Berbasis Komunitas

Dari pemaparan tim peneliti dan diskusi bersama peserta, disepakati pengembangan model penelitian yang terdiri atas enam tahapan strategi mitigasi bencana banjir berbasis komunitas.

Model tersebut diarahkan untuk membangun sistem mitigasi yang lebih terencana, kolaboratif, dan sesuai dengan karakteristik masyarakat di wilayah rawan banjir.

Asisten I Kabupaten Indragiri Hulu juga menyampaikan apresiasi terhadap pelaksanaan penelitian dan FGD. Menurutnya, kegiatan tersebut dapat menjadi langkah positif dalam mendukung pemerintah daerah mencari pendekatan yang lebih efektif dalam menghadapi persoalan banjir dan memberikan solusi bagi masyarakat.

Melalui penelitian ini, FGD diharapkan tidak berhenti pada pengumpulan data, tetapi juga menjadi ruang kolaborasi antara akademisi, pemerintah, dan masyarakat. Hasil penelitian selanjutnya diharapkan dapat menghasilkan rekomendasi yang aplikatif bagi penguatan kebijakan dan strategi mitigasi banjir di Kabupaten Indragiri Hulu.

Reporter: Tim