Pencarian

Menag Larang Anak-Anak dan Lansia ke Masjid saat New Normal

Minggu, 31 Mei 2020 • 09:17:14 WIB
Menag Larang Anak-Anak dan Lansia ke Masjid saat New Normal

Nusaperdana.com, Jakarta - Kementerian Agama Republik Indonesia baru saja mengeluarkan Surat Edaran tentang Rumah Ibadah Harus Jadi Contoh Pencegahan Persebaran Covid-19.

Dalam surat edaran tersebut Kemenag menjelaskan berbagai hal, termasuk aturan siapa saja yang boleh beribadah di rumah ibadah saat kenormalan baru (new normal) diberlakukan.

Ya, saat new normal itu datang, rumah ibadah akan dibuka kembali. Namun sebagai bentuk tanggung jawab pemerintah dalam memastikan semua masyarakat aman dari paparan covid-19 saat beribadah di rumah ibadah, Kemenag memiliki beberapa aturan baru siapa saja yang bisa datang ke rumah ibadah.

Hal ini disamaikan langsung Menteri Agama Fachrul Razi saat memberikan laporan di Graha BNPB, Jakarta, Sabtu (30/5/2020).

Lantas, apa saja syarat bagi masyarakat yang diperbolehkan beribadah di rumah ibadah secara berjamaah?

Ia menerangkan, jamaah harus dalam kondisi sehat saat datang ke rumah ibadah, lalu masyarakat berkewajiban untuk menyakini bahwa rumah ibadah yang digunakan telah memiliki Surat Keterangan Aman Covid dari pihak yang berwenang.

Kemudian, masyarakat juga mesti menggunaan masker sejak keluar rumah dan selama berada di area rumah ibadah.

"Masyarakat juga harus menjalani kewajiban untuk menjaga kebersihan tangan dengan sering mencuci tangan menggunakan sabun atau hand sanitizer yang disediakan di rumah ibadah dan menghindari kontak fisik, seperti bersalaman atau berpelukan," terang Menag.

Masyarakat diminta untuk menjaga jarak aman minimal 1 meter. Lalu diminta juga untuk masyarakat untuk menghindari berdiam lama di rumah ibadah atau berkumpul di area rumah ibadah, selain untuk kepentingan ibadah yang wajib.

Menag menegaskan, anak-anak dan lansia yang rentan tertular penyakit dilarang beribadah di rumah ibadah.

"Melarang beribadah di rumah ibadah bagi anak-anak dan warga lanjut usia yang rentan tertular penyakit, serta orang dengan sakit bawaan yang berisiko tinggi terhadap COVID-19," tegasya.

Di sisi lain, Menag juga berharap masyarakat ikut peduli terhadap penerapan pelaksanaan protokol kesehatan di rumah ibadah sesuai dengan ketentuan.

Dengan begitu, pencegahan penyebaran covid-19 dapat dilakukan seluruh masyarakat yang ingin beribadah di rumah ibadah.

Sumber: Okezone.com

Follow news.nusaperdana.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Redaksi
Profil Penulis Redaksi

Editor: Redaksi

Lihat Profil

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks