Trending
+
Bulog Bengkalis Sidak Pasar Terubuk, Pastikan Stok Beras dan Harga Sabil
Dibaca : 239 Kali
Dua Anak Pekerja Tewas, Akibat Kabel Listrik Perusahaan Berseliweran. Perusahaan Buang Badan
Kampar - Duka mendalam dirasakan dua keluarga yang bekerja sebagai buruh pemanen sawit di PT. Bumi Sawit Perkasa.
Adikfan Saputra Zai ( 8 tahun) dan sepupunya Elman Krismanjaya Telaumbanua ( 6 tahun) menjadi korban kelalaian manajemen perusahaan atas kabel listrik yang berseliweran tidak teratur.
Kejadian naas ini terjadi pada tanggal 30 Mei 2019. Sekitar pukul 11.00 Wib.
Menurut keterangan saksi mata di tempat kejadian bahwa anak-anak ini melintas di sekitar tiang besi penampungan air / tandon air, tiba2 saja kedua korban tergeletak usai badan bergetar- getar saat tidak sengaja menyentuh besi tiang penahan tandon air di sekitar Musholla.
Ibu Adifan Zai yang datang ke TKP kaget bukan kepalang melihat anak kesangannya sudah tergeletak di tanah dengan tubuh yang masih dialiri arus listrik.
" Ketika saya memegang tubuh mereka berdua, saya kesetrum arus listrik," ucapnya lirih.
Ia akhirnya menjauh dari lokasi dengan linglung dan lemas karena kalut dan sempat kena arus listrik.
Kejadian tewasnya dua anak pekerja ini di duga kena aliran listrik yang berasal dari mesin genset perusahaan. Dari informasi di lapangan bahwa kabel listrik yang melintas diatas besi penahan tangki air mengalirkan arus listrik. Kabel listrik ini berseliweran diduga akibat tidak adanya Standar operasional prosedur atas kabel2 listrik di perumahan karyawan ini.
Begitu juga karyawan gensetnya bukanlah seorang yang mengerti tentang listrik dan tidak memiliki Kemampuan Dasar ( KD )tentang listrik.
KD ini seharusnya menjadi syarat wajib bagi yang mengurus kelistrikan karena arus listrik sangat berbahaya bagi keselamatan manusia.
Sefianus Zai,SH paman korban yang langsung meninjau ke TKP meminta kepolisian menetapkan Direktur PT.Bumi Sawit Perkasa sebagai Tersangka.
PT.Bumi Sawit Perkasa yang merupakan holding group First Resources ini dikenal dengan banyaknya kasus-kasus ketenagakerjaan dan tidak mengutamakan keselamatan pekerja dan keluarganya.
Sefianus Zai yang juga Ketua LBH Bela Rakyat Nusantara dan Ketua Umum Ikatan Keluarga Nias Riau ini meminta jajaran Kapolda Riau memberi perhatian khusus atas kasus ini.
" Dua orang anak-anak pekerja jadi korban tewas sekaligus akibat kabel listrik berada ditempat yang tidak seharusnya, kelalaian manajemen ini harus di pertanggungjawabkan oleh Direksi, kalau tukang gensetkan tidak paham tentang manajemen keselamatan kerja," tegas Sefianus Zai.
" Direktur perusahaan harus bertanggungjawab atas 2 nyawa yang melayang," tegasnya.
Kini kasus ini sedang di lidik oleh Polsek Tapung Hulu Polres Kampar.
Kapolsek Tapung Hulu melalui Kanit Reskrim Ipda Albert Sitompul,SH mengatakan bahwa penyidik segera memanggil Manajer kebun PT.BSP untuk diambil keterangannya.
" Kami sudah memeriksa beberapa orang saksi- saksi, minggu depan pimpinan perusahaan segera di periksa," ucapnya.

Berita Lainnya
PWI Bengkalis Sampaikan Duka Mendalam, Kepergian Bang Dewok Tinggalkan Luka bagi Keluarga Pers
Bulog Bengkalis Sidak Pasar Terubuk, Pastikan Stok Beras dan Harga Sabil
Jalan Utama Pintu Masuk Pasar Terubuk Bengkalis Rusak dan Tak Kunjung Diperbaiki
Intruksi Kapolda Riau: Seluruh Personel Polres Bengkalis hingga Polsek Jajaran Secara Serentak Melaksanakan Tes Urine
KIB Riau Desak Kejati Kembangkan Penyidikan Kasus PMKS Bengkalis Rp30,8 Miliar
Polres Bengkalis Gagalkan 19 Kg Sabu Yang dibawa Dua Orang Kurir
Kondisi Kantor Camat Tapung Jadi Sorotan, Warga Pertanyakan Perawatan Aset Pemerintah
Ketua DPRD Kabupaten Kampar dan Anggota DPRD Zumrotun Bagikan Takjil di Depan Kantor DPC Gerindra