Pencarian

Harga Emas Antam Anjlok ke Rp 2,627 Juta, Pengamat: Akhir Tahun Kembali ke Rp 3 Juta

Rabu, 09 September 2026 • 06:22:01 WIB
Harga Emas Antam Anjlok ke Rp 2,627 Juta, Pengamat: Akhir Tahun Kembali ke Rp 3 Juta
Harga emas Antam tercatat anjlok ke level Rp 2,627 juta per gram di tengah membaiknya data tenaga kerja Amerika Serikat.

NUSAPERDANA.COM — Koreksi harga emas Antam terjadi di tengah membaiknya data tenaga kerja Amerika Serikat. Kondisi itu memperkuat posisi Federal Reserve untuk mempertahankan suku bunga tinggi, yang pada akhirnya menekan harga logam mulia secara global.

Ibrahim Assuaibi menegaskan pelemahan saat ini adalah koreksi teknikal, bukan pembalikan tren. "Logam mulia kembali ke level Rp 3 juta, ya dalam akhir tahun kemungkinan besar akan terjadi. Karena hampir semua bank-bank besar ya, J.P. Morgan, Lehman Brothers, ya itu pun juga mengatakan bahwa kemungkinan besar permasalahan geopolitik di Timur Tengah dan Eropa Timur ini yang akan membuat harga emas dunia naik dan logam mulia pun juga akan kembali menguat," ujarnya kepada detikcom.

Dua Faktor yang Menahan Harga Emas Saat Ini

Setidaknya ada dua sentimen negatif yang membuat harga emas gagal melanjutkan penguatannya ke level tertinggi US$ 4.600 per troy ounce. Pertama, pasar merespons positif data ketenagakerjaan AS yang lebih baik dari estimasi.

"Pada saat inflasi tinggi, berarti Bank Sentral Amerika akan mempertahankan suku bunga tinggi. Dan ini yang membuat akhirnya apa, harga emas yang tadinya sempat mengalami lonjakan-lonjakan ke US$ 4.600, kemudian terpengaruh penurunan," jelas Ibrahim.

Kedua, tekanan datang dari kenaikan harga minyak mentah dunia. West Texas Intermediate (WTI) bertahan di atas US$ 90 per barel, sementara Brent mendekati level US$ 100 per barel. Kondisi ini berpotensi mendorong inflasi AS lebih tinggi dan memaksa The Fed mempertahankan sikap hawkish lebih lama.

Zona Support Kunci di Level 4.420–4.455

Dari sisi teknikal, grafik pergerakan XAU/USD menunjukkan harga emas dunia sedang menguji zona support dan area permintaan penting pada kisaran 4.420–4.455. Level ini akan menjadi penentu arah pergerakan selanjutnya.

Jika zona tersebut bertahan, peluang rebound menuju level yang lebih tinggi masih terbuka lebar. Sebaliknya, bila tembus ke bawah, koreksi lebih dalam berpotensi terjadi sebelum akhirnya kembali menguat didorong faktor geopolitik.

Momentum Beli bagi Investor yang Belum Punya Emas?

Ibrahim justru menilai koreksi harga saat ini sebagai peluang akumulasi. "Jadi turunnya harga emas ini sebenarnya harusnya dimanfaatkan oleh para investor atau masyarakat yang belum mengoleksi logam mulia untuk melakukan pembelian terhadap logam mulia," katanya.

Proyeksi menguatnya kembali harga emas hingga Rp 3 juta per gram pada akhir tahun didasari oleh eskalasi konflik yang belum mereda di Timur Tengah dan Eropa Timur. Ketegangan geopolitik tersebut diperkirakan akan terus mendorong permintaan emas sebagai aset lindung nilai (safe haven) hingga beberapa bulan ke depan.

Investasi mengandung risiko.

Sumber: suaragarut.id

Follow news.nusaperdana.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks