Pencarian

5 Jurnalis Nasional Hilang Kontak Saat Liput Anak Krakatau, Ini Media Tempat Mereka Bertugas

Rabu, 09 September 2026 • 00:25:32 WIB
5 Jurnalis Nasional Hilang Kontak Saat Liput Anak Krakatau, Ini Media Tempat Mereka Bertugas
Lima jurnalis nasional dan tiga awak kapal dilaporkan hilang kontak saat meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda, Banten.

JAKARTA — Lima jurnalis nasional bersama tiga awak kapal dilaporkan hilang kontak saat meliput peningkatan aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda, Banten. Rombongan peliput lintas media tersebut tidak dapat dihubungi sejak Senin, 7 September 2026 petang usai bertolak dari pesisir Pandeglang.

Kelima awak media yang bertolak ke Selat Sunda mewakili kantor berita negara, jaringan portal berita nasional, media multinasional, hingga jurnalisme independen. Mereka bergerak bersama demi merekam peningkatan status erupsi vulkanik secara visual langsung dari dekat perairan gunung api tersebut. Penugasan gabungan ini melibatkan fotografer lapangan yang terbiasa meliput peristiwa alam berisiko tinggi.

Para pewarta foto dan jurnalis tersebut berasal dari lima entitas media yang berbeda. Identitas mereka telah dikonfirmasi oleh masing-masing kantor redaksi serta Basarnas Banten. Berikut rincian media tempat kelima jurnalis bernaung:

  • M. Bagus Khoirunnas, pewarta foto Kantor Berita Antara
  • Ari Basuki, pewarta foto Merdeka.com
  • Yudistiro Pranoto, pewarta foto iNews.id
  • Firman Daus, jurnalis Anadolu Agency
  • Donal Husni, pewarta foto lepas (freelance)

Kehadiran pewarta Kantor Berita Antara mewakili penugasan kantor berita nasional dalam mendokumentasikan fenomena geologi Selat Sunda. Sementara itu, keterlibatan jurnalis dari Merdeka.com dan iNews.id mempertegas kebutuhan liputan visual bagi jaringan pembaca media daring nasional. Kantor berita Turki Anadolu Agency turut mengutus personel lapangannya, didampingi jurnalis foto lepas berpengalaman.

Jejak Kontak Terakhir Sebelum Terputus di Laut

Pelayaran dimulai dari Dermaga Pagedongan, Desa Sukajadi, Kecamatan Carita, Kabupaten Pandeglang, Banten. Kapal carteran tersebut lepas tali pada Senin, 7 September 2026 sekitar pukul 14.00 WIB. Agenda awal mencatat kapal dijadwalkan merapat kembali ke dermaga pada pukul 20.00 WIB pada hari yang sama.

Kondisi pelayaran awalnya berjalan tanpa kendala berarti. Pukul 14.42 WIB, salah seorang jurnalis sempat membagikan titik koordinat atau share location terakhir kepada jurnalis Lampung bernama Abay. Namun, petaka komunikasi bermula beberapa puluh menit setelah koordinat terkirim.

Tepat pukul 15.04 WIB, komunikasi dengan rombongan terputus total. Sang pemandu wisata di atas kapal masih sempat melapor kepada istrinya pada pukul 16.00 WIB bahwa situasi aman. Setelah sambungan singkat pada jam empat sore itu, tidak ada lagi pesan maupun sinyal yang masuk dari kapal.

Kepala Basarnas Banten Al Amrad merinci rentang waktu kritis tersebut dalam keterangan resminya. "Komunikasi terakhir korban dengan jurnalis Lampung atas nama Abay bahwa pada pukul 14.42 WIB (7/9/2026) mengirim share location terakhir dan pada pukul 15.04 WIB terjadi hilang kontak," ujar Al Amrad. Informasi waktu tersebut menjadi acuan utama regu penolong menyusun radius pencarian.

Komposisi Rombongan dan Tantangan Abu Vulkanik

Kapal yang ditumpangi rombongan membawa total delapan orang di dalamnya. Selain lima jurnalis, manifes kapal mencatat adanya satu pemandu, satu nakhoda, serta satu anak buah kapal (ABK). Hingga kini seluruh penumpang belum diketahui nasibnya.

Operasi penyelamatan menghadapi ancaman medan yang sangat berisiko. Tim SAR gabungan harus berhadapan dengan sebaran abu vulkanik pekat serta gelombang laut Selat Sunda yang bergejolak. Dinamika erupsi Gunung Anak Krakatau yang sedang aktif memaksa tim memperhitungkan faktor keselamatan regu penyelamat secara ketat.

Penyisiran intensif terus berlanjut hingga Rabu, 9 September 2026. Armada SAR menyisir sejumlah titik koordinat yang dicurigai menjadi lokasi terakhir kapal sebelum hilang kontak. Tim terus bermanuver di sekitar perairan gunung api dengan memantau arah angin dan paparan material erupsi.

Hingga saat ini, keberadaan kelima jurnalis beserta pemandu, nakhoda, dan ABK masih belum ditemukan. Segenap asosiasi media bersama keluarga korban terus memantau perkembangan evakuasi dari posko darurat di Carita. Tim SAR gabungan tetap beroperasi penuh di lapangan guna menemukan seluruh korban.

Identitas 5 Jurnalis yang Hilang Kontak

NoNamaMedia/Status
1M. Bagus KhoirunnasPewarta Foto Kantor Berita Antara
2Ari BasukiPewarta Foto Merdeka.com
3Yudistiro PranotoPewarta Foto iNews.id
4Firman DausJurnalis Anadolu Agency
5Donal HusniPewarta Foto Lepas/Freelance

Komposisi 8 Orang di Kapal

PeranJumlah
Jurnalis5 orang
Pemandu/Guide1 orang
Nakhoda1 orang
Anak Buah Kapal (ABK)1 orang

Kronologi Kejadian

WaktuKejadian
Senin, 7 September 2026, 14.00 WIBRombongan berangkat dari Dermaga Pagedongan, Desa Sukajadi, Kecamatan Carita, Pandeglang, Banten, menuju perairan Gunung Anak Krakatau. Perkiraan kembali pukul 20.00 WIB.
14.42 WIBSalah satu jurnalis mengirim share location terakhir kepada jurnalis Lampung bernama Abay.
15.04 WIBKomunikasi dengan rombongan terputus/hilang kontak.
16.00 WIBPemandu (guide) sempat terakhir kali melaporkan kondisi aman kepada istrinya.
Rabu, 9 September 2026Tim SAR gabungan (Basarnas) melanjutkan operasi pencarian, menyisir titik-titik yang diperkirakan menjadi lokasi terakhir kapal.

Pernyataan Resmi Basarnas

Kepala Basarnas Banten, Al Amrad, menyatakan: “Komunikasi terakhir korban dengan jurnalis Lampung atas nama Abay bahwa pada pukul 14.42 WIB (7/9/2026) mengirim share location terakhir dan pada pukul 15.04 WIB terjadi hilang kontak.”

Berita ini akan terus diperbarui mengikuti perkembangan operasi pencarian dan keterangan resmi dari pihak berwenang.

Follow news.nusaperdana.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks