Harga Sawit Jadi Perhatian Serius, Marhalim Tunjukkan Komitmen Perjuangkan Aspirasi Petani Hingga ke Pusat
Nusaperdana.com, Kampar – Di tengah gejolak harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit yang dikeluhkan petani, Pemerintah Kabupaten Kampar menunjukkan kepedulian nyata. Melalui Kepala Dinas Perkebunan, Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Kampar, Marhalim, berbagai langkah cepat dan strategis terus dilakukan agar suara petani Kampar dapat didengar hingga ke tingkat pemerintah pusat.
Bagi Marhalim, persoalan sawit bukan sekadar angka dan statistik. Di balik setiap kilogram TBS yang dijual, ada kehidupan ribuan keluarga petani yang harus diperjuangkan. Karena itu, sejak munculnya keluhan terkait harga sawit, pihaknya langsung melakukan koordinasi intensif dengan berbagai pihak, mulai dari pemerintah provinsi hingga kementerian terkait.
Langkah cepat tersebut menunjukkan bahwa Pemerintah Kabupaten Kampar tidak menutup mata terhadap kesulitan yang dialami masyarakat. Di bawah arahan Bupati Kampar, Marhalim tampil di garis depan mengawal berbagai aspirasi petani agar tidak berhenti di tingkat daerah, melainkan sampai ke meja pengambil kebijakan nasional.
"Petani adalah tulang punggung perekonomian daerah. Karena itu, setiap persoalan yang mereka hadapi menjadi perhatian serius kami," tegas Marhalim.
Komitmen Marhalim dalam memperjuangkan sektor perkebunan bukanlah hal baru. Selama ini, berbagai program pembinaan, pendampingan, hingga penguatan kelembagaan petani terus didorong sebagai bentuk keberpihakan pemerintah terhadap masyarakat perkebunan.
Di tengah berbagai tantangan yang dihadapi industri sawit nasional, keberanian Marhalim membawa langsung persoalan harga TBS ke tingkat pusat dinilai sebagai bentuk keseriusan dan tanggung jawab moral terhadap nasib petani Kampar. Langkah tersebut sekaligus membuktikan bahwa pemerintah daerah hadir dan tidak membiarkan petani berjuang sendiri.
Masyarakat kini berharap upaya yang dilakukan Marhalim bersama jajaran Pemerintah Kabupaten Kampar dapat membuahkan hasil positif. Namun satu hal yang sudah terlihat jelas, ketika petani mengeluh, Marhalim tidak memilih diam. Ia bergerak, berkoordinasi, dan terus memperjuangkan agar kesejahteraan petani sawit Kampar tetap menjadi perhatian utama pemerintah.
Di mata banyak petani, kepedulian seperti inilah yang mereka harapkan dari seorang pejabat: tidak hanya mendengar, tetapi juga bertindak dan memperjuangkan hingga ke tingkat tertinggi.

Berita Lainnya
Hari Mangrove Sedunia 2026: Polsek Pelabuhan Tembilahan Turun ke Pesisir, Tanam Ratusan Harapan Hijau untuk Masa Depan
SDN 019 Sungai Beringin Sukses Wakili Riau ke Tingkat Nasional FLS3N 2026 Cabang Pantomim
Polsek Sabak Auh Cek Lahan Ketahanan Pangan, Siapkan Penanaman Jagung Pipil Program Asta Cita
Kapolres Indragiri Hilir Beri Kejutan Ulang Tahun ke-42 untuk Dandim 0314/Inhil, Perkuat Sinergitas TNI-Polri
Kapolsek Sabak Auh Sosialisasikan Green Policing, Cegah Bullying dan Tanam Bibit Pohon Bersama Siswa
Kembali di Tahun 2026,LBHK Markfen Justice Jalin Kerjasama Bantuan Hukum Dengan Polres Inhil
GOW Kab. Kampar Peringati HAN Tahun 2026, Dengan Gelar Berbagai Kegiatan Di UPT SDN 012 Langgini
Polantas Menyapa, Satlantas Polres Inhil Tanamkan Budaya Tertib Berlalu Lintas Sejak Usia Dini