Pencarian

IHSG Diproyeksi Lanjut Menguat ke 6.297, Analis Rekomendasikan BBRI hingga AMMN

Rabu, 07 Oktober 2026 • 06:41:31 WIB
IHSG Diproyeksi Lanjut Menguat ke 6.297, Analis Rekomendasikan BBRI hingga AMMN
Pergerakan IHSG diproyeksi menguji resistance 6.261-6.297 pada perdagangan hari ini.

NUSAPERDANA.COM — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksi melanjutkan penguatan pada perdagangan Rabu (7/10) setelah ditutup naik 1,21 persen ke level 6.192 pada Selasa (6/10) sore. Dua analis sekuritas kompak melihat indeks masih berpeluang menguji area resistance di kisaran 6.261-6.297, meski risiko koreksi ke bawah 6.000 belum sepenuhnya hilang.

Penguatan IHSG sebesar 74,06 poin pada penutupan sebelumnya menjadi modal awal bagi indeks untuk kembali mendekati garis SMA-20 yang sejak 18 September bergerak turun menjauhi level tersebut. Analis Binaartha Sekuritas Ivan Rosanova menilai pergerakan indeks semakin dekat dengan garis itu, yang kini berperan sebagai resistance dinamis pada chart harian.

"Pergerakan IHSG semakin mendekati garis SMA-20 pada chart harian yang berperan sebagai resistance dinamis," ujar Ivan dalam riset hariannya.

Ivan memprediksi IHSG bergerak di level support 6.120, 6.019, 5.850, dan 5.607, dengan resistance 6.261, 6.423, dan 6.552. Ia merekomendasikan saham INCO, KLBF, dan MBMA untuk dicermati pelaku pasar.

Rekomendasi Saham dari MNC Sekuritas

Analis Teknikal MNC Sekuritas Herditya Wicaksana memperkirakan IHSG masih berpeluang melanjutkan penguatan dalam jangka pendek, meski risiko koreksi tetap perlu dicermati. Menurutnya, posisi indeks diperkirakan berada pada bagian wave c dari wave (y) pada label hitam, dengan area penguatan menuju gap 6.227-6.231.

"Namun, IHSG masih berpotensi terkoreksi ke 5.850-5.911. Sementara pada label merah, IHSG berpeluang menguji area 6.342-6.430 yang merupakan cluster MA20 dan MA60," ujar Herditya.

Herditya memproyeksikan IHSG bergerak di rentang support 6.091 dan 5.973, dengan resistance 6.297 dan 6.376. Empat saham yang direkomendasikannya adalah AMMN, BBRI, INDF, dan INET.

Data Transaksi dan Pergerakan Saham Sehari Sebelumnya

Pada penutupan Selasa (6/10), nilai transaksi bursa mencapai Rp12,34 triliun dengan volume saham yang diperdagangkan sebanyak 48,22 miliar saham. Dari seluruh emiten, 489 saham menguat, 183 saham terkoreksi, dan 120 saham bergerak stagnan.

Komposisi tersebut menunjukkan mayoritas saham masih berada di zona hijau, meski indeks belum sepenuhnya lepas dari tekanan jual di level resistance. Bagi investor jangka pendek, area 6.227-6.231 menjadi level terdekat yang perlu diperhatikan untuk mengukur kekuatan lanjutan penguatan.

Apa yang Perlu Dicermati Investor Hari Ini

Dua analis sama-sama menempatkan area 6.261-6.297 sebagai resistance terdekat. Jika indeks mampu menembus level itu, ruang penguatan berikutnya terbuka menuju 6.342-6.430. Sebaliknya, kegagalan bertahan di atas 6.120 berpotensi membawa IHSG kembali menguji support 6.019 hingga 5.973.

Rekomendasi saham dari kedua sekuritas mencakup sektor yang berbeda, dari tambang nikel dan logam (AMMN, INCO, MBMA), perbankan (BBRI), konsumer (INDF, KLBF), hingga teknologi (INET). Diversifikasi ini memberi gambaran bahwa peluang masih tersebar, tidak terkonsentrasi di satu sektor saja.

Catatan Redaksi: Berita ini tidak dibuat untuk merekomendasikan atau tidak merekomendasikan saham tertentu. Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan pembaca.

Sumber: cnnindonesia.com

Follow news.nusaperdana.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks