Perbandingan ini berawal dari pengujian 2026 Genesis GV80 3.5T Prestige AWD yang sempat menjadi tolok ukur di kelas SUV mewah tiga baris. Kini, 2027 Infiniti QX60 Autograph AWD hadir untuk menantangnya dari sisi nilai. Dengan harga as-tested US$ 73.750 (sekitar Rp 1,18 miliar), QX60 memangkas selisih lebih dari US$ 10.000 dibanding GV80 yang diuji seharga US$ 84.475 (sekitar Rp 1,35 miliar). Pertanyaannya: apakah penghematan itu berarti kompromi besar?
Desain: Sporty Modern vs Eksekutif Klasik
Kedua SUV ini tampil mewah, tapi gayanya berseberangan. Genesis GV80 mengusung bahasa desain tradisional dengan crest grille besar dan proporsi kokoh—cocok untuk yang ingin kesan eksekutif mapan. Infiniti QX60 datang dengan pendekatan lebih segar: stance lebih lebar, fascia depan agresif, dan air intake mencolok yang memberi kesan atletis tanpa berlebihan.
Di kategori ini, QX60 menang karena lebih dinamis dan modern. GV80 tetap terhormat, tapi desainnya terasa lebih konservatif di antara keduanya.
Efisiensi BBM: Jurang 7 Mpg yang Terasa di Dompet
Angka pabrikan memang sudah menunjukkan perbedaan, tapi pengujian real-world mempertegasnya. Selama seminggu menempuh 210,6 mil, QX60 mencatat rata-rata 26,1 mpg—jauh di atas GV80 yang hanya 19,4 mpg dari 268,7 mil. Di tol, QX60 bahkan sempat menyentuh 31,9 mpg, sementara GV80 mentok di 21,2 mpg.
Untuk pemakaian harian di perkotaan padat, selisihnya memang kecil (17,1 vs 15,8 mpg). Tapi untuk pemilik yang rutin mudik atau perjalanan antar kota, penghematan ini bisa berarti jutaan rupiah per tahun. Mesin 2.0L Variable Compression Turbo Infiniti terbukti jauh lebih efisien dibanding V6 3.5L twin-turbo Genesis.
Performa: Tenaga V6 Masih Tak Terkalahkan
Inilah area di mana QX60 harus mengakui keunggulan GV80. Meski bobotnya lebih besar, QX60 terasa lincah berkat turbo 2.0L-nya—cukup untuk bermanuver di lalu lintas padat. Namun saat butuh akselerasi mendadak di jalan tol, 375 HP dari V6 twin-turbo GV80 memberikan dorongan yang jauh lebih meyakinkan.
GV80 juga terasa lebih stabil di kecepatan tinggi berkat kaki-kaki 22 inci dan sasis yang lebih rapat. QX60 unggul dalam kelincahan perkotaan, tapi GV80 adalah cruiser jarak jauh yang lebih berwibawa.
Kabin dan Kenyamanan: OLED 27 Inci vs Kepraktisan Keluarga
Masuk ke kabin, perbedaan filosofi langsung terasa. GV80 memanjakan dengan layar OLED melengkung 27 inci, ambient lighting yang dramatis, dan kursi depan berpijat yang membuat perjalanan panjang terasa singkat. Ini adalah interior yang benar-benar terasa premium.
QX60 membalas dengan kepraktisan: jok empuk di semua baris, sunshade di jendela belakang, dan konsol tengah baris kedua yang fungsional untuk keluarga. Kabinnya tetap mewah, tapi tidak seindah GV80. Untuk urusan kemewahan sensorik, Genesis menang telak.
Nilai dan Fitur: QX60 Lebih Cerdas Secara Finansial
Inilah penentu akhir. Dengan selisih lebih dari US$ 10.000, QX60 tetap membawa head-up display, kaca spion digital, panoramic roof, dan ProPILOT Assist dengan konfirmasi pindah lajur via tombol di setir. Bagasi utamanya juga lebih besar—penting untuk keluarga dengan banyak barang.
GV80 memang punya blind-spot view camera dan ADAS yang lebih percaya diri, tapi fitur-fitur itu tidak cukup untuk membenarkan selisih harga Rp 160 juta. Untuk pembeli yang cermat, QX60 menawarkan hampir semua esensi kemewahan dengan harga yang jauh lebih ramah.
Kesimpulan: QX60 untuk Nilai, GV80 untuk Kemewahan Murni
Genesis GV80 tetap salah satu SUV 3 baris favorit—tenaganya luar biasa dan kabinnya kelas atas. Tapi dalam uji ini, Infiniti QX60 Autograph AWD keluar sebagai pemenang keseluruhan berkat keseimbangan yang lebih baik: desain lebih segar, konsumsi BBM jauh lebih irit, dan harga lebih masuk akal.
Rekomendasinya tergantung prioritas. Pilih GV80 jika dana bukan masalah dan Anda menginginkan pengalaman berkendara paling mewah dengan tenaga V6. Pilih QX60 jika Anda mencari SUV keluarga premium yang hemat di pom bensin tanpa mengorbankan fitur modern—pilihan yang lebih bijak untuk mayoritas pembeli Indonesia.