Menhub Bahas Sejumlah Proyek Strategis Sektor Transportasi Dengan "FUKUDA"
Nusaperdana.com, Jakarta – Sebagai kelanjutan pertemuan Presiden Joko Widodo dengan delegasi bisnis Jepang yang tergabung dalam Japan Indonesia Association (Japinda) pada Rabu (20/11) kemarin di Istana Negara, hari ini, Kamis (21/11) Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi menerima para delegasi Japinda yang dipimpin langsung oleh Mantan Perdana Menteri Jepang Fukuda Yasuo di kantor Kementerian Perhubungan membicarakan proyek strategis sektor transportasi yang berpeluang dikerjasamakan dengan Jepang.
“Banyak proyek yang kita bahas yaitu tentang MRT, Pelabuhan Patimban, Kereta Jakarta-Surabaya, dan peluang kerjasama dalam dukungan sektor transportasi di destinasi wisata super prioritas 5 bali baru, dan lain sebagainya,†jelas Menhub.
Menhub menjelaskan, dari proyek-proyek yang dibahas, terdapat tiga proyek prioritas yang dikerjasamakan dengan Jepang yaitu : Pelabuhan Patimban, MRT Fase II (Bundaran HI-Ancol Timur) dan Fase III (koridor timur-barat, Cikarang-Balaraja), serta Kereta Cepat Jakarta Surabaya.
Terkait kerjasama Proyek Pelabuhan Patimban, Menhub mengungkapkan, Pelabuhan Patimban akan beroperasi tahun depan dengan kerjasama pengelolaan Terminal pusat ekspor-impor kendaraan atau produk otomotif (car terminal). Kemudian terkait MRT tahap kedua, saat ini masih dalam tahap finalisasi desain dan diharapkan dapat dimulai pembangunannya tahun depan.
Terkait dengan MRT Fase III, Menhub menyebut saat ini masih dalam tahap studi dan diharapkan dapat dimulai pembangunannya pada 2022. Sedangkan terkait proyek kereta cepat Jakarta-Surabaya, pembangunannya dimulai pada tahun 2022 dan ditargetkan selesai 2026 atau lebih cepat.
Menhub mengungkapkan, perkiraan nilai investasi ketiga proyek prioritas ini yaitu : proyek Pelabuhan Patimban membutuhkan dana kurang lebih Rp 30 triliun. Sedangkan untuk proyek MRT fase kedua nantinya membutuhkan dana kurang lebih Rp 15 triliun dan fase ketiga sekitar Rp 30 triliun. Sedangkan untuk proyek kereta cepat Jakarta-Surabaya Menhub memperkirakan dibutuhkan anggaran Rp 80 triliun.
Selain ketiga proyek itu, Menhub juga membicarakan peluang kerjasama proyek-proyek lainnya seperti pembangunan Bandara Bali Utara, pengelolaan Bandara Sam Ratulangi Manado, pengelolaan Pelabuhan Kuala Tanjung, dan pembangunan infrastruktur transportasi di Ibu Kota Negara baru di Kalimantan Timur seperti pengembangan Bandara Balikpapan dan pembangunan jalur kereta api bertenaga listrik sepanjang 40-50 kilometer dari Balikpapan ke ibu kota negara.
Menhub juga membahas mengenai kesempatan tenaga kerja Indonesia di sektor transportasi seperti pilot dan nakhoda bisa punya kesempatan untuk bekerja di Jepang.
“Semoga peluang kerjasama ini memberikan dampak yang baik bagi proyek strategis sektor transportasi di Indonesia,†ujarnya.
Turut hadir dalam pertemuan tersebut Menteri Koordinator Bidang Pereknomian Airlangga Hartarto, Sekretaris Jenderal Djoko Sasono, Direktur Jenderal Perkeretaapian Zulfikri, Duta Besar Jepang Masafumi Ishii, sejumlah pejabat di Lingkungan Kemenhub, dan sejumlah delegasi bisnis Jepang.

Berita Lainnya
Bhabinkamtibmas Sambangi Petani di Jalan Hang Tuah, Wujud Dukungan Program Pemerintah
Inside of Me dari Pragu sebagai Pengingat untuk Rehat Sejenak di Kehidupan yang Begitu Cepat
Dukung Ketahanan Pangan, Personel Polsek Enok Pantau Tanaman Pekarangan Warga
Polsek Enok Dampingi Warga Rawat Pekarangan, Dorong Ketahanan Pangan Mandiri
Tanaman Jagung di Desa Catur Karya Tumbuh Subur, Bhabinkamtibmas Intensif Lakukan Pemantauan
Anggota DPRD Kampar Hendri Domo Siap Bantu Siswa SMP IT Almisbah Riau Agar Tak Putus Sekolah
Polsek Sabak Auh Turun Langsung Pantau Jagung Pipil Program Asta Cita di Siak
Di Kelurahan Enok, BRIPKA Hendra Putra Pantau Tanaman Pekarangan Warga Demi Produktivitas Ekonomi