NUSAPERDANA.COM — Paragraf pembuka: Kepolisian mengidentifikasi dua orang berinisial PN dan KT sebagai buron dalam kasus penembakan tiga aparatur sipil negara (ASN) Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya. Keduanya disebut bagian dari kelompok bersenjata pimpinan Egianus Kogoya. Penambahan personel di Wamena dilakukan untuk menjaga stabilitas keamanan sekaligus mendukung proses pengejaran.
Identitas Buron Dipastikan dari Cuplikan Video
Polisi menyatakan identitas PN dan KT dipastikan setelah menyandingkan cuplikan video call yang beredar di media sosial dengan data serta ciri-ciri yang dimiliki kepolisian. Hasil pencocokan itu menjadi perkembangan baru dalam penyelidikan untuk melacak keberadaan keduanya.
"Setelah kami sandingkan dengan data yang kami miliki serta ciri-ciri yang ada pada kami, kami memastikan dua orang tersebut merupakan PN dan KT yang masuk dalam DPO kami," kata Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz-2026, Kombes Yusuf Sutejo, saat dikonfirmasi media, Jumat (11/9/2026).
Menurut Yusuf, pihaknya tidak hanya memburu dua buron tersebut. Polisi juga mengembangkan setiap informasi yang diperoleh untuk mengetahui keberadaan pihak lain yang diduga terlibat dalam penembakan tiga pegawai Dinas Pertanian Jayawijaya di Distrik Muliama.
"Kami terus melakukan pengejaran dan mengembangkan setiap informasi yang diperoleh untuk mengetahui keberadaan para pelaku," ujarnya.
Penegakan Hukum Jadi Prioritas Satgas
Satgas Operasi Damai Cartenz menegaskan akan menindak pihak-pihak yang melakukan ancaman, teror, maupun kekerasan terhadap masyarakat. Yusuf menyebut tindakan tegas akan diberikan kepada siapa pun yang mengganggu keamanan warga.
"Satgas Operasi Damai Cartenz tidak akan ragu memberikan tindakan tegas dan terukur terhadap pihak yang mengancam dan meneror masyarakat. Namun seluruh tindakan tetap dilakukan sesuai dengan prosedur dan ketentuan hukum yang berlaku," katanya.
Penebalan personel di Wamena menjadi langkah pertama yang diambil kepolisian pasca-insiden. Penambahan kekuatan itu diarahkan untuk menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah Kabupaten Jayawijaya, sekaligus memberi ruang bagi aparat di lapangan menjalankan pengejaran tanpa gangguan.
Duka dari Tana Toraja
Kabar duka menyelimuti rumah salah satu ASN Dinas Pertanian Tana Toraja yang menjadi korban penembakan. Insiden di Distrik Muliama itu menambah daftar panjang kekerasan yang menimpa warga sipil, termasuk pegawai pemerintah, di wilayah Papua Pegunungan.
Tiga ASN yang tewas merupakan pegawai Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya. Mereka menjadi sasaran penembakan saat bertugas di Distrik Muliama. Hingga kini, kepolisian belum merinci kronologi lengkap insiden tersebut.
Penutup: Penambahan personel dan pengejaran dua buron menandai respons cepat kepolisian atas insiden di Muliama. Bagi warga Jayawijaya, kehadiran tambahan aparat di Wamena diharapkan memulihkan rasa aman sekaligus memastikan layanan pemerintahan, termasuk penyuluhan pertanian, kembali berjalan normal.