Anggota DPRD Kampar Anasril Mengaku Diancam Demo oleh Kades Sungai Tonang, Polemik SPPG MBG Memanas
Nusaperdana.com, Kampar – Polemik pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Desa Sungai Tonang, Kecamatan Kampar Utara, Kabupaten Kampar kembali memanas. Anggota DPRD Kampar, Anasril, mengaku merasa terancam setelah Kepala Desa Sungai Tonang, Yeni Rahman, disebut akan menggerakkan aksi demonstrasi ke dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) miliknya.
Hal tersebut disampaikan Anasril melalui video yang diterima Nusaperdana.com, Kamis (26/2/2026).
“Saya sudah diancam demo ke dapur/SPPG melalui telepon oleh Kades Sungai Tonang pada hari Selasa sore. Dia akan membawa masyarakat untuk demo ke dapur,” ujar Anasril dalam keterangannya.
Menurut Anasril, video yang kini viral di tengah masyarakat merupakan rekaman percakapan telepon yang diedarkan oleh kepala desa.
Ia menjelaskan, komunikasi pertama terjadi pada Selasa siang. Saat itu dirinya sedang menghadiri kegiatan sehingga hanya sempat mengangkat telepon sebentar sebelum menutup sambungan.
Pada sore harinya, lanjut Anasril, kepala desa kembali menelepon terkait persoalan dapur SPPG selama sekitar 32 detik. Rekaman percakapan itulah yang kemudian beredar luas.
“Setelah itu Kades menelepon tiga kali lagi dan tidak saya angkat. Saya khawatir ada rekayasa. Saya juga tersinggung karena Kades sudah masuk ke dapur dan melihat peralatan dapur,” Pungkasnya.

Berita Lainnya
Di Momen Perpisahan, AKP Anra Nosa Titip Program Magrib Mengaji dan Budaya Membaca Al-Qur'an
PBH PERADI Pekanbaru Soroti Mandeknya Sengketa Eks Karyawan RS Syafira, Desak Disnaker Bertindak Tegas
Panen Jagung Masuki Tahap Pascapanen, Polsek Sabak Auh Pastikan Proses hingga Penimbangan Berjalan Lancar
Polsek KSKP Dampingi Petani Perkuat Swasembada Pangan
BRI Dorong Literasi Keuangan Anak Melalui Produk BritAma Junio
PBH PERADI Minta Kapolda Riau Turun Tangan Usut Dugaan Pengeroyokan Sekretaris PKC PMII Riau
Polsek Sabak Auh Kawal Panen Jagung Pipil, Dukung Program Ketahanan Pangan Asta Cita
Sungai Koto Kampar Hulu Diduga Tercemar, DLH Kampar Ambil Sampel Air: Hasil Lab Ditunggu 14 Hari