NUSAPERDANA.COM — Eropa berpotensi mengalami defisit pasokan avtur hingga 510.000 barel per hari pada kuartal mendatang, menurut data konsultan energi Energy Aspects. Ancaman ini muncul setelah stok avtur di kawasan tersebut merosot ke level terendah sejak 2019, menyusul pembatalan pengiriman minyak mentah dari Arab Saudi. Situasi ini memperparah krisis energi yang sudah menghantam Benua Biru sejak kelangkaan solar melanda.
Kawasan Eropa menghadapi tekanan baru di sektor energi. Setelah sebelumnya dilanda kelangkaan solar, persediaan avtur atau bahan bakar jet di Benua Biru kini menipis ke titik yang mengkhawatirkan menjelang kuartal akhir tahun 2026.
Data Energy Aspects menunjukkan defisit pasokan avtur berpotensi mencapai 510.000 barel per hari pada kuartal mendatang. Angka itu menjadi sinyal bahwa ketergantungan Eropa pada impor energi mulai menimbulkan dampak yang lebih luas.
Stok Avtur di Hub ARA Anjlok ke Level Terendah
Di pusat perdagangan utama Amsterdam-Rotterdam-Antwerp (ARA), stok avtur tercatat hanya tersisa 454.000 ton. Ini merupakan level terendah dalam tujuh tahun terakhir dan yang paling rendah sejak 2019.
Penurunan stok terjadi di tengah tingginya kebutuhan bahan bakar jet untuk penerbangan komersial maupun kargo. Eropa memang sejak lama bergantung pada pasokan impor untuk memenuhi kebutuhan energinya, termasuk avtur.
Pembatalan Kargo Arab Saudi Perparah Situasi
Pukulan terbaru datang dari Arab Saudi. Negara itu terpaksa membatalkan pengiriman kargo minyak mentah jadwal Oktober ke kilang-kilang Eropa. Pembatalan terjadi akibat gelombang serangan kelompok Houthi terhadap infrastruktur energi Arab Saudi.
Tanpa pasokan minyak mentah yang cukup, kilang-kilang Eropa kesulitan memproduksi avtur dalam jumlah yang dibutuhkan. Kondisi ini menciptakan rantai masalah yang berawal dari gangguan pasokan bahan baku, lalu berdampak pada produksi bahan bakar jadi.
Dampak ke Penerbangan dan Ekonomi Kawasan
Kelangkaan avtur berpotensi mengganggu jadwal penerbangan di bandara-bandara Eropa. Maskapai bisa terpaksa mengurangi frekuensi terbang atau menaikkan harga tiket jika pasokan semakin ketat.
Bagi pelaku usaha, kenaikan biaya bahan bakar akan menekan margin keuntungan. Sektor logistik dan pariwisata menjadi yang paling rentan terkena imbas karena keduanya sangat bergantung pada transportasi udara.
Pemerintah di sejumlah negara Eropa belum mengumumkan langkah darurat terkait ancaman defisit avtur. Namun tekanan pasar global diperkirakan akan memaksa mereka mencari sumber pasokan alternatif di luar Arab Saudi.
Krisis energi di Eropa kali ini menunjukkan bahwa gangguan geopolitik di satu kawasan dapat dengan cepat merambat ke sektor lain. Setelah solar, avtur menjadi mata rantai berikutnya yang terancam.