Pencarian

Investor Ritel Serbu SR025, Penjualan Sukuk Tembus Rp 29,77 Triliun

Selasa, 22 September 2026 • 07:21:02 WIB
Investor Ritel Serbu SR025, Penjualan Sukuk Tembus Rp 29,77 Triliun
Penjualan sukuk ritel SR025 mencapai Rp 29,77 triliun dengan 93.548 investor individu.

NUSAPERDANA.COMPenjualan sukuk ritel seri SR025 mencapai Rp 29,77 triliun dengan 93.548 investor individu, jumlah pembeli tertinggi dalam sejarah penerbitan SBSN. Kementerian Keuangan mencatat minat investor terhadap instrumen berbasis syariah ini terdongkrak kinerja pasar saham yang belum kondusif. Dari total tersebut, 21.582 orang merupakan investor baru surat berharga negara atau setara 23,07% dari seluruh pembeli.

Hasil penjualan sukuk ritel SR025 terdiri dari dua seri dengan tenor berbeda. Seri SR025T3 bertenor 3 tahun menyerap dana terbesar, sementara SR025T5 bertenor 5 tahun melengkapi sisanya.

  • SR025T3 (tenor 3 tahun): Rp 24,93 triliun
  • SR025T5 (tenor 5 tahun): Rp 4,83 triliun
  • Total investor: 93.548 individu
  • Investor baru SBN: 21.582 orang (23,07%)

Pemerintah menawarkan imbalan tetap sebesar 6,80% per tahun untuk SR025T3 dan 6,90% per tahun untuk SR025T5. Kupon dibayarkan setiap bulan, tepatnya pada tanggal 10, dengan pembayaran pertama dijadwalkan 10 Oktober 2026 secara short coupon karena masa penerbitan belum genap satu bulan.

Kupon dan Skema Pembayaran yang Ditawarkan

Kedua seri menggunakan skema fixed coupon dengan pembayaran periodik bulanan. Apabila tanggal 10 jatuh pada hari libur atau bukan hari kerja perbankan, pembayaran dilakukan pada hari kerja berikutnya tanpa kompensasi imbalan tambahan.

SR025T3 akan jatuh tempo pada 10 September 2029, sedangkan SR025T5 jatuh tempo 10 September 2031. Minimum pemesanan dipatok Rp 1 juta dan kelipatannya untuk kedua seri.

Batas maksimum pemesanan berbeda antar seri. SR025T3 dibatasi maksimal Rp 5 miliar per investor, sementara SR025T5 dibatasi maksimal Rp 10 miliar per investor. Skema ini menyasar investor individu skala kecil hingga menengah.

Mengapa Investor Beralih ke SBN Ritel

Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan Suminto menyatakan peralihan minat investor dipicu oleh kinerja instrumen keuangan lain yang kurang menarik.

"Situasi kinerja instrumen keuangan yang lain seperti saham yang sedang kurang kinclong turut meningkatkan daya tarik fixed-income instruments seperti SBN ritel," kata Suminto kepada CNBC Indonesia, Selasa (22/9/2026).

Likuiditas masyarakat yang tinggi turut mendorong permintaan besar terhadap sukuk ritel. Instrumen ini dipandang kompetitif karena berstatus risk-free, aman, dan menawarkan imbalan menarik.

"SBN ritel dipandang sebagai instrumen investasi yang kompetitif, risk-free instrument, aman, imbalannya cukup menarik, dan fitur syariah dari SR juga memiliki captive market tersendiri," ucap Suminto.

Faktor Literasi Keuangan dan Reinvestasi

Peningkatan literasi keuangan mendorong masyarakat memilih instrumen minim risiko. Reinvestasi atas SBN ritel yang jatuh tempo pada masa penawaran juga memperkuat permintaan.

"Jadi, keberhasilan penerbitan lebih didukung oleh demand-side, bukan supply side. Kami upsize penerbitan SR025 karena masih ada demand kuat yang perlu diakomodasi," tegas Suminto.

SR025 ditawarkan kepada investor individu dalam negeri selama periode 21 Agustus 2026 hingga 16 September 2026. Pemerintah memutuskan menambah ukuran penerbitan karena permintaan dinilai masih kuat.

Apa Artinya bagi Investor Ritel

Bagi investor individu, SR025 menawarkan alternatif pendapatan tetap dengan kupon di atas rata-rata deposito perbankan. Fitur syariah menjadi daya tarik tersendiri bagi segmen investor yang menginginkan instrumen sesuai prinsip keuangan Islam.

Pemerintah melihat keberhasilan penerbitan ini sebagai langkah memperdalam pasar keuangan domestik sekaligus memperluas basis investor ritel dalam negeri. Jumlah investor baru yang mencapai 23,07% menunjukkan penetrasi pasar yang meluas ke lapisan investor yang belum pernah membeli SBN sebelumnya.

Sumber: cnbcindonesia.com

Follow news.nusaperdana.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks