Pencarian

Kalah di Dua Pemilihan Negara Bagian, Merz Tolak Mundur dari Kursi Kanselir

Selasa, 22 September 2026 • 06:02:32 WIB
Kalah di Dua Pemilihan Negara Bagian, Merz Tolak Mundur dari Kursi Kanselir
Kanselir Jerman Friedrich Merz menegaskan tidak akan mundur dari jabatannya setelah koalisi pemerintahannya kalah di dua pemilihan negara bagian.

NUSAPERDANA.COM — Kanselir Jerman Friedrich Merz menegaskan tidak akan mundur dari jabatannya setelah koalisi pemerintahannya menelan kekalahan di pemilihan negara bagian Berlin dan Mecklenburg-Western Pomerania. Partai CDU hanya meraih 4,9% suara di Mecklenburg-Western Pomerania, sementara Partai AfD melesat dengan 38,2% suara.

Kekalahan ganda ini menempatkan pemerintah koalisi Jerman di bawah tekanan politik yang berat. Di Berlin, CDU harus puas di posisi kedua dengan 18,8% suara, di bawah Partai Left yang mengantongi 25,7% suara. Partai AfD juga mencatatkan perolehan signifikan di ibu kota dengan 16,3% suara.

Hasil pemilihan di dua negara bagian tersebut memperlihatkan pola yang sama: partai-partai alternatif di luar koalisi pemerintah mendapatkan dukungan lebih besar dibandingkan partai penguasa. Partai SPD yang juga bagian dari koalisi mencatatkan hasil negatif di kedua wilayah.

Merz Sebut Hasil di Mecklenburg-Western Pomerania Sebagai Bencana

Merz secara terbuka mengakui beratnya kekalahan yang dialami partainya. Dalam pernyataan publiknya, ia menyebut hasil di Mecklenburg-Western Pomerania sebagai bencana politik bagi koalisi.

"Hari ini kami menjalani pemilihan umum dengan dua hasil yang berbeda. Hasil di Mecklenburg-Western Pomerania, kami tidak bisa membantahnya, merupakan sebuah bencana," ujar Merz, melansir DW.

Meski demikian, Merz menegaskan komitmennya untuk tetap memimpin dan melanjutkan agenda reformasi yang telah ditetapkan pemerintahannya.

Reformasi Sosial dan Ekonomi Tetap Jalan

Pemerintah Jerman sebelumnya menetapkan agenda untuk menekan kenaikan biaya kesehatan dan layanan sosial. Langkah ini diambil untuk mendorong perekonomian Jerman yang tengah stagnan.

"Reformasi harus tetap dijalankan. Kondisi ini menempatkan kita semua dalam situasi sulit. Namun, kita akan memikul tanggung jawab ini. Saya akan memegang tanggung jawab ini," tegas Merz.

Merz menekankan bahwa perannya sebagai kanselir menuntut penyelesaian permasalahan yang dihadapi Jerman. Hal ini dilatarbelakangi oleh tekanan dan kekecewaan masyarakat terhadap kinerja pemerintah.

"Apa yang harus dilakukan sekarang memerlukan keyakinan dan kesabaran. Saya akan menjalankan tanggung jawab tersebut sebagai Ketua Partai CDU dan terutama, sebagai kanselir negara kita," tambah Merz.

Beban Berganda: Deindustrialisasi hingga Kenaikan Harga Energi

Kekalahan koalisi dalam dua pemilihan negara bagian ini memperberat posisi pemerintah Jerman yang sudah menghadapi sejumlah masalah struktural. Isu deindustrialisasi, inflasi, dan kenaikan harga energi menjadi beban yang belum terselesaikan.

Pemerintah juga harus mewaspadai kenaikan Partai AfD yang terus mendapatkan dukungan signifikan di berbagai wilayah. Partai ini berhasil menggeser dominasi partai-partai koalisi pemerintah di Mecklenburg-Western Pomerania dengan perolehan 38,2% suara.

Tekanan politik terhadap Merz diperkirakan akan berlanjut seiring dengan hasil pemilihan yang menunjukkan pergeseran preferensi pemilih Jerman. Namun, Merz telah menyatakan tidak akan mundur dari posisinya sebagai kanselir dan Ketua Partai CDU.

Sumber: kabar24.bisnis.com

Follow news.nusaperdana.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks