PWI Bengkalis Silaturahmi dengan PN Bengkalis
Meramu Bahan Kimia Surfaktan untuk Rokan
Advertorial
Kaum Dhuafa dan Masyarakat Pra Sejahtera di Kerinci Kanan Menerima Bantuan Sembako
Nusaperdana.com, Siak -- Sebanyak 40 orang kaum dhuafa maupun masyarakat pra sejahtera se kecamatan Kerinci Kanan menerima bantuan sembako dari PT Bank Riau Kepri Cabang Siak yang disalurkan melalui TP PKK Kabupaten Siak.
Bantuan paket sembako tersebut terdiri dari beras, telur, gula dan minyak makan, sirup dan lain-lain diserahkan secara simbolis oleh Ketua I PKK Kabupaten Siak Ananda Laila Putri dan perwakilan Bank Riau Kepri Cabang Siak Fitri Hariani di Aula Kantor Kampung Kerinci Kanan.
"Bantuan ini berasal dari Bank Riau Kepri Cabang Siak yang bekerjasama dengan TP PKK Siak untuk di dua kecamatan yaitu, Kerinci Kanan dan Lubuk Dalam," jelas Nanda, Selasa 19 April 2022.
Istri Wabup Husni Merza itu menyampaikan sebelumnya sudah di lakukan penyerahan sembako di 11 kecamatan dari kerjasama TP PKK Siak dengan Perusahaan lainnya.
Dirinya berharap perusahaan-perusahaan yang ada di Siak juga peduli dengan masyarakat Siak, khususnya di bulan ramadhan.
"Insya Allah kegiatan ini setiap tahun akan kami laksanakan guna membantu meringankan beban masyarakat pra sejahtera di kab Siak," imbuhnya.
Sementara di kecamatan Lubuk Dalam, penyerahan 40 paket sembako dilakukan oleh Ketua III TP PKK Siak Syarifah Raudah yang bertempat di Aula Kantor Kampung Lubuk Dalam. (Advertorial/Donni)

Berita Lainnya
Sanusi Dukung KPK: Sumpah Gubri Wahid Harus Diuji di Pengadilan, Bukan Opini Publik
PWI Bengkalis Silaturahmi dengan PN Bengkalis
Meramu Bahan Kimia Surfaktan untuk Rokan
Diduga Serobot Lahan Sawit 50 Hektare, Lima Orang Dilaporkan ke Polres Kampar
Wujud Solidaritas Insan Pers, PWI Bengkalis Serahkan Bantuan Kemanusiaan melalui BAZNAS
Musyawarah Warga dan Kaur Desa Indra Sakti Berakhir Damai, Sengketa Perusakan Tanaman Temui Titik Terang
LBH CLPK Siap Laporkan Kaur Desa Indra Sakti, Musyawarah Buntu dan Pejabat Desa Mengaku Tidak Tahu
Kepala Desa Senama Nenek Diduga Jadi Dalang Konflik, Lahan 2.800 Hektare Dijadikan Arena Perebutan Kuasa