PWI Bengkalis Silaturahmi dengan PN Bengkalis
Meramu Bahan Kimia Surfaktan untuk Rokan
Khairul Umam: Pembahasan KUA PPAS TA 2021 di Tingkat Komisi bersama OPD
Nusaperdana.com, Bengkalis - Sekretariat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bengkalis, Radius Akima mengatakan, pembahasan RKUA-PPAS Tahun Anggaran 2021 sudah di tingkat komisi bersama mitra kerja, Organisasi Perangkat Daerah (OPD), kemarin.
Pembahasan itu digelar beberapa hari ke depan sesuai jadwal Banmus dan berdasarkan undangan yang diberikan. Untuk tahap awal merampungkan Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS)," ujarnya, seperti dikutip dari Situs Resmi DPRD Bengkalis, Rabu (18/11).
Kata Radius, pembahasan hendaknya dapat berjalan lancar biar kelar sesuai jadwal dan mekanisme yang ada.

"Saya ingatkan kepada seluruh staf agar dapat berkerja sesuai tugas masing-masing, sehingga dapat memberikan pelayanan yang terbaik kepada dewan mau pun kepada OPD selaku mitra kerja," imbaunya.
Ketua DPRD Bengkalis, Khairul Umam (KU) menekankan, DPRD dan TAPD sudah melakukan pembahasan terhadap Rancangan KUA PPAS Tahun Anggaran 2021 di tingkat komisi bersama OPD.
"Harapannya bisa mengambil langkah strategis untuk mempercepat proses pembahasan RKUA-PPAS APBD Tahun Anggaran 2021 sesuai dengan ketentuan yang berlaku," pesannya.
Pada pembahasan akhir di Badan Anggaran bersama TAPD betul - betul dilaksanakan dengan serius, sehingga dapat tercapai struktur anggaran yang baik dan dapat diselesaikan sesuai dengan jadwal yang ditetapkan, tambahnya. (Putra)

Berita Lainnya
Sanusi Dukung KPK: Sumpah Gubri Wahid Harus Diuji di Pengadilan, Bukan Opini Publik
PWI Bengkalis Silaturahmi dengan PN Bengkalis
Meramu Bahan Kimia Surfaktan untuk Rokan
Diduga Serobot Lahan Sawit 50 Hektare, Lima Orang Dilaporkan ke Polres Kampar
Wujud Solidaritas Insan Pers, PWI Bengkalis Serahkan Bantuan Kemanusiaan melalui BAZNAS
Musyawarah Warga dan Kaur Desa Indra Sakti Berakhir Damai, Sengketa Perusakan Tanaman Temui Titik Terang
LBH CLPK Siap Laporkan Kaur Desa Indra Sakti, Musyawarah Buntu dan Pejabat Desa Mengaku Tidak Tahu
Kepala Desa Senama Nenek Diduga Jadi Dalang Konflik, Lahan 2.800 Hektare Dijadikan Arena Perebutan Kuasa