Tokoh Masyarakat Kampar Apresiasi Polisi Tangkap Residivis Curat di Salo
LPPNRI Menduga Perdagangan Orang Atas Temuan 181 Warga Rohingya
Kampar, Nusaperdana.com, Masyarakat Kabupaten Kampar dihebohkan dengan temuan warga Rohingya Negara Myanmar di Ruko 2 pintu dijalan Lingkar Bangkinang sebanyak 181 orang, Minggu (23/2/2025).
Temuan warga Rohingya 181 orang oleh TIM Intel Kodim 0313 KPR di jalan Lingkar Desa Batu Belah, Kecamatan Kampar diduga adanya sindikat perdagangan orang.
Lembaga Pemantau Penyelenggara Negara Republik Indonesia (LPPNRI) Kabupaten Kampar memberi apresiasi kepada TIM Intel Kodim 0313 KPR yang telah berhasil menemukan 181 orang warga Rohingya
“Kita dari LPPNRI Kabupaten Kampar memberikan apresiasi kepada TIM Intel Kodim 0313 KPR yang telah menemukan 181 warga Rohingya di Ruko 2 pintu di jalan Lingkar” kata Ketua LPPNRI Kampar, Daulat Panjaitan kepada Wartawan melalui telepon genggam, Minggu malam.
Sekarang ini tugas dari Kepolisian untuk mengungkap siapa dalang yang mengumpulkan 181 orang Rohingya tersebut. Untuk apa dikumpulkan di Ruko 2 pintu tersebut.
Informasinya, sebagian warga Rohingya sudah ada 2 Minggu di Ruko tersebut. Lumayan besar biaya makan untuk setiap hari nya. Kita menduga ada sindikat perdagangan orang dalam kasus temuan warga Rohingya tersebut, kata Daulat Panjaitan.
Kita minta kepada Polres Kampar untuk mengungkap kasus ini dengan tuntas, agar masyarakat tidak tidak bertanya – tanya, terang Daulat Panjaitan. (Tim)

Berita Lainnya
Amir Luthfi Ucapkan Selamat HUT ke-76 Kabupaten Kampar
FH Unilak Study Visit ke Kuala Lumpur, Mahasiswa Dibekali Wawasan Hukum Internasional
Bupati Kasmarni Kunjungi Desa Bantan Timur, Perkuat Pendidikan Ramah Anak dan Pemberdayaan Perempuan
Kapolres Bengkalis Tegaskan Tiga Oknum Yang Terlibat Pesta Narkoba di Bengkalis Terancam PTDH
Tokoh Masyarakat Kampar Apresiasi Polisi Tangkap Residivis Curat di Salo
Mediasi Pesantren Al Fauzan dan PKS PT SMK Belum Capai Kesepakatan
Satpol PP Kampar Bongkar Kedai Remang-remang di Bangkinang, 92 Botol Miras Disita
Inspektorat Kampar Akui Temuan Keuangan Desa Pulau Terap, Tapi Bungkam Soal Kerugian Negara