Mayat yang Ditemukan di Pasar Rakyat Tembilahan Miliki Penyakit Sesak Nafas
Nusaperdana.com, Indragiri Hilir - Polsek Kawasan Pelabuhan (KSKP) Tembilahan mengkonfirmasi, mayat yang ditemukan di Pasar Rakyat Jalan Jenderal Sudirman Tembilahan, Kabupaten Inhil memiliki riwayat penyakit sesak nafas.
Identitas mayat bernama Hasi (67) merupakan pekerja serabutan. Ia ditemukan tergeletak meninggal dunia di lantai 4 di pasar tersebut.
Mayat berjenis kelamin laki-laki ini pertama kali ditemukan adik kandungnya, pada Selasa (25/7/30) sekitar pukul 15:30 Wib.
"Adik kandung korban pergi ke pasar untuk menemui saudaranya. Namun Ia tidak menemukan kakaknya. Ketika berada di lantai 4 Pasar Rakyat, adiknya ini melihat korban tergeletak di depan pintu," kata Kapolres Inhil AKBP Norhayat melalui Kapolsek KSKP Iptu Fauzan Putra Hantama saat dikonfirmasi.
Karena korban tidak bergerak, adiknya turun untuk meminta bantuan dan melaporkan hal tersebut ke Polsek KSKP Tembilahan.
"Korban di bawa ke RSUD Puri Husada dengan menggunakan ambulance KKP Tembilahan untuk dilakukan visum. Dari hasil pemeriksaan Dokter, tidak ditemukan tanda-tanda Kekerasan terhadap korban," paparnya.
Selain itu, menurut keterangan pihak keluarga, bahwa korban memiliki riwayat penyakit sesak nafas.
"Saat ini korban telah diserahkan kepihak keluarga dan akan dimakamkan pada hari ini," jelas Kapolsek.

Berita Lainnya
Perempuan Bangsa Kepri Gelar Pengobatan Massal di Tanjung Uma, Komitmen Hadir di Tengah Warga
Dukung Asta Cita Presiden, Polsek KSKP Tembilahan Rawat Tanaman Jagung
Kejar Swasembada Pangan, Polisi Turun ke Kandang Sapi Inhil: Peternak Didorong Tingkatkan Produksi
Apel Gabungan Siaga Darurat Penanggulangan Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Tahun 2026
Harga Kelapa Inhil Kian Melemah, Akademisi UNISI Bayu Fajar Susanto: Negara Harus Hadir Benahi Tata Niaga Petani
Profesi Advokat Diduga Dilecehkan Saat Jalankan Tugas, PERADI, TPPA, dan IKADIN Desak Penegakan Hukum Tanpa Pandang Bulu
Kepala UPT Samsat Bengkalis Datangi PWI, Sampaikan Permintaan Maaf atas Polemik Konfirmasi Wartawan
Hot spot di Kempas, Lahan Gambut 10 Hektare Berhasil Dikendalikan