Pemcam Rupat Utara Rakor Persiapan Tradisi Mandi Safar
Nusaperdana.com,RUPAT UTARA – Pemerintah Kecamatan Rupat Utara menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) mematangkan persiapan Mandi Safar yang akan digelar beberapa Minggu mendatang, Kamis (01/09).
Bertempat di Anting Putri Desa Tanjung Punak rakor dihadiri Camat Rupat Utara Afrizal ,Para kasi, Kepala UPT, Kepsek, TP-PKK, Kades Se-Kecamatan Rupat Utara serta Tokoh Masyarakat.
Camat Rupat utara Afrizal, menerangkan bahwa puncak pelaksanaan tradisi mandi safar itu akan mengambil lokasi di Pantai Lapin, Desa Tanjung Punak.
“Perlu kita matangkan persiapan dan kita evaluasi apa saja kekurangan di tahun lalu, mengingat pada pelaksanaan tahun ini akan ada peserta luar yang akan hadir," ungkapnya.
Dengan demikian, dikatakan Afrizal, acara ini harus kita kemas dengan menarik, sehingga keinginan para pelancong untuk mengenal tradisi turun temurun dan bisa membekas dan menjadi ingatan yang berkesan bagi mereka.
“Kami mengharapkan dukungan dan kerjasama dari semua pihak untuk menyemarakkan acara ini, semoga kegiatan ini lebih kepada menjaga tradisi, demi mewujudkan Pulau Rupat yang berbudaya,” pungkasnya.
Untuk diketahui, tradisi Mandi Safar ini merupakan salah satu tradisi Melayu yang dilaksanakan dengan cara mandi dan membersihkan diri serta bermohon kepada Allah SWT, dengan maksud untuk memohon perlindungan serta menjauhkan diri dari segala bentuk bala bencana.**

Berita Lainnya
Di Momen Perpisahan, AKP Anra Nosa Titip Program Magrib Mengaji dan Budaya Membaca Al-Qur'an
PBH PERADI Pekanbaru Soroti Mandeknya Sengketa Eks Karyawan RS Syafira, Desak Disnaker Bertindak Tegas
Panen Jagung Masuki Tahap Pascapanen, Polsek Sabak Auh Pastikan Proses hingga Penimbangan Berjalan Lancar
Polsek KSKP Dampingi Petani Perkuat Swasembada Pangan
BRI Dorong Literasi Keuangan Anak Melalui Produk BritAma Junio
PBH PERADI Minta Kapolda Riau Turun Tangan Usut Dugaan Pengeroyokan Sekretaris PKC PMII Riau
Polsek Sabak Auh Kawal Panen Jagung Pipil, Dukung Program Ketahanan Pangan Asta Cita
Sungai Koto Kampar Hulu Diduga Tercemar, DLH Kampar Ambil Sampel Air: Hasil Lab Ditunggu 14 Hari