PWI Bengkalis Silaturahmi dengan PN Bengkalis
Meramu Bahan Kimia Surfaktan untuk Rokan
Pj.Bupati H.Herman, SE.MT Terima Kunjungan Kepala UPT.PSDKP dan Kepala Koordinator Pos SAR Tembilahan
Nusaperdana.com, Indragiri Hilir - Selasa (28/11/2023) Pagi, Pj.Bupati Inhil H.Herman,SE.MT menerima kunjungan kepala Unit Pelaksana Teknis Pengendalian Sumberdaya Kelautan dan Perikanan Wilayah I (UPT. PSDKP Wil I) Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Riau di kediaman Rumah dinas Jl.kesehatan Tembilahan.
Kunjungan UPT.PSDKP Wil 1 bersama Pj.Bupati Inhil beserta jajaran yang utama adalah untuk bersilaturahmi serta menyampaikan tugas kewenangannya terhadap pengawasan kelautan dan perikanan serta ucapan terima kasih terhadap pemda inhil yang mendukung kegiatan UPT.PSDKP Wil I di kabupaten Inhil disamping itu juga menyampaikan Progres pengawasan di Tahun 2024.
Pada kesempatan ini, selain menerima kunjungan UPT.PSDKP Wil 1, Pj. Bupati H.Herman, SE.MT juga menerima kunjungan Koordinator Pos SAR (BASARNAS) Tembilahan Rio Putra, SH.
Pada kesempatan tersebut, Pj.Bupati Inhil H.Herman,SE.MT menyambut baik kunjungan silaturahmi Rombongan UPT PSDKP Wil 1 Inhil dan Koordinator Pos SAR (BASARNAS) Inhil
" Pemerintah Kabupaten Inhil selalu mendukung penanganan dibidang kelautan dan perikanan guna mendukung pelaksanaan Pembangunan di wilayah Inhil dan juga guna mengetahui penanganan bencana di wilayah Inhil," Ungkap Pj Bupati Inhil.(adv)

Berita Lainnya
Sanusi Dukung KPK: Sumpah Gubri Wahid Harus Diuji di Pengadilan, Bukan Opini Publik
PWI Bengkalis Silaturahmi dengan PN Bengkalis
Meramu Bahan Kimia Surfaktan untuk Rokan
Diduga Serobot Lahan Sawit 50 Hektare, Lima Orang Dilaporkan ke Polres Kampar
Wujud Solidaritas Insan Pers, PWI Bengkalis Serahkan Bantuan Kemanusiaan melalui BAZNAS
Musyawarah Warga dan Kaur Desa Indra Sakti Berakhir Damai, Sengketa Perusakan Tanaman Temui Titik Terang
LBH CLPK Siap Laporkan Kaur Desa Indra Sakti, Musyawarah Buntu dan Pejabat Desa Mengaku Tidak Tahu
Kepala Desa Senama Nenek Diduga Jadi Dalang Konflik, Lahan 2.800 Hektare Dijadikan Arena Perebutan Kuasa