Seorang Karyawan PT.Wahana Diduga Akhiri Hidupnya Dengan Gantung Diri di Rumahnya

Pihak Polsek Mandau saat berada di Rumah (Lokasi) Korban

Nusaperdana.com,Duri - Seorang pria berinisial YD (28), warga jalan Wonosari, Desa Balai Makam, Kecamatan Bathin Solapan, Kabupaten Bengkalis, diduga telah mengakhiri hidupnya dengan gantung diri di kamar rumahnya, Rabu (9/8/2023). 

Kepergian (Meninggal Dunia-red) seorang Pria yang sehari-hari bekerja di PT.Wahana itu, diketahui sekitar pukul 06.30 wib, oleh ibunya SI (48) bersama saksi EN (31) saat membuka pintu kamar hendak membangunkan korban untuk pergi berkerja. 

Kapolsek Mandau Kompol Hairul Hidayat, lewat press releasenya, menjelaskan kejadian itu diketahui adanya laporan dari masyarakat dan pukul 08.10 wib, piket Polsek Mandau dipimpin Pawas Ipda Yarman E Batee langsung menuju ke lokasi kejadian. 

"Di lokasi kejadian sudah berdiri tenda dan terdapat kursi tempat untuk pelayat yang akan hadir, sedangkan jenazah Korban sudah berada di ruang tengah untuk persiapan dilakukan proses penyelenggaraan jenazah oleh pihak keluarga," jelasnya. 

Dikatakan Kompol Hairul, saat itu Piket Polsek Mandau menjelaskan kepada pihak keluarga bahwa menerima laporan dari masyarakat telah terjadi kejadian gantung diri dan pihak keluarga membenarkan atas informasi tersebut. 

"Pihak keluarga menjelaskan karena ketidak pahaman dalam kejadian tersebut, pihak keluarga berinisiatif untuk menolong korban dengan langsung memotong tali yang menggantung leher korban dan selanjutnya meletakkan korban di ruang tengah rumah," ucapnya. 

Selanjutnya, dikatakan Kompol Hairul untuk memastikan korban meninggal, pihak Kepolisian meminta untuk dilakukan proses visum terhadap tubuh korban dan pihak keluarga meminta untuk proses visum dilakukan di rumah saja (Lokasi kejadian). 

"Pukul 09.36 wib, pihak Puskesmas Balai Makam langsung melakukan proses visum yang dipimpin dr. Zulkifli S. Dimana dari hasil visum, terdapat jejak pada leher, Lidah menjulur keluar, sperma menetes, Feses keluar dan terdapat kulit yang berubah warna menjadi merah tua pada sebagian badan diperkirakan sudah kaku sekitar lebih kurang 6 jam," paparnya. 

Sementara kronologi kejadian, ditambahkan Kompol Hairul, dari keterangan ibuk kandung korban (Saksi I) sekitar pukul 06 30 wib hendak membangunkan korban seperti biasanya untuk pergi bekerja. Tetapi setelah dipanggil beberapa kali tidak ada jawaban dari Korban dan pintu kamar korbanpun dalam keadaan terkunci.

"Pada saat itu, ibuk korban melihat ada tali tambang yang terikat di bagian kusen pintu kamar Korban, karena takut ibuk korban meminta pertolongan dengan berteriak,"ucapnya menjelaskan. 

Kemudian, dengar teriak ibu korban, saksi III EN yang merupakan paman korban kebetulan tidak jauh tinggal dari lokasi kejadian datang bersama keluarga lain,  dan membuka paksa pintu kamar korban yang saat itu dilihat korban sedang tergantung di seutas tali tambang. 

"Saksi III (Paman Korban) langsung memotong tali tambang yang terikat di pintu konsen kamar korban dan menurunkan nya lalu membawa keruang tengah rumah," ucapnya yang saat itu korban sudah tidak bernafas dan badan korban sudah dalam keadaan dingin. 

Ditambahkan Mantan Kasat Lantas Polres Bengkalis itu, dari keterangan pihak Keluarga, korban bekerja di PT. Wahana sudah kurang lebih 3 bulan, yang dalam kesehariannya Korban tidak pernah menceritakan ada permasalahan di lingkungan kerja ataupun masalah pribadi yang lain.

"Padahal pada malam hari sekitar pukul 22.00 wib, sebelum kejadian gantung diri, ibu korban SI (Saksi I) sempat berkomunikasi dengan Korban," terangnya dimana saat kejadian ibunya hanya tinggal berdua dengan korban yang kebetulan anak tunggal sedang ayahnya sedang bekerja di luar kota.**



[Ikuti Nusaperdana.com Melalui Sosial Media]



Tulis Komentar