Tolak PKS Beroperasi Warga Pulo Padang Hadang Truk TBS, Pengusaha Sebut Ada Provokator
Nusaperdana.com, Labuhanbatu - Puluhan warga Kelurahan Pulo Padang, Kecamatan Rantau Utara, menghadang puluhan truk bermuatan Tandan Buah Sawit (TBS) yang hendak menuju Pabrik Kelapa Sawit PT Pulo Padang Sawit Permai (PPSP), Rabu (22/06/2022). Penghadangan sebagai bentuk penolakan beroperasinya PKS tersebut.
Sementara itu, pihak pengusaha menuding aksi protes warga karena ada provokator di belakangnya dan meminta agar kepolisian mengusut provokator dimaksud.
Pantauan wartawan, masyarakat mendirikan posko di tepi jalan umum yang dinamakan posko perlawanan rakyat kepada PT PPSP. Puluhan warga baik wanita maupun pria, berdiri di depan posko menghadang setiap truk yang hendak menuju PKS yang letaknya tidak jauh dari posko.
Akibat aksi yang sudah berlangsung beberapa hari itu, arus lalu lintas keluar dan menuju Kelurahan Pulo Padang macet sepanjang puluhan kilometer. Warga yang melintas, baik yang menggunakan mobil pribadi dan kendaraan roda dua turut terkena macet. Bahkan terlihat sebuah mobil ambulans yang melintas, sempat terkena macet.
Kemacetan itu mengundang kemarahan pengguna jalan, Banyak dari mereka meminta agar warga tidak menghalangi jalan mereka.
"Kami tidak ada urusan dengan PKS ini. Tapi kami mau lewat. Jangan halangi kami. Ini jalan umum" ucap seorang pria paruh baya yang mobilnya sudah tertahan berjam-jam tidak bisa lewat karena penghadangan itu.
Pihak PT PPSP yang diwakili Mahmudin selaku humas dan para supir truk pengangkut TBS sempat bersitegang dengan warga. Dia mempertanyakan apa dasar dan hak warga menghalangi arus lalu lintas.
"Sekarang saya bertanya ke abang. Apa hak kalian menghalang-halangi kami lewat" ujar Mahmudin.
Aksi adu mulut antara warga dan perwakilan pengusaha serta supir truk itu pun nyaris memancing kericuhan. Untung saja situasi cepat ditenangkan. Namun warga tetap bersikukuh melarang truk pengangkut TBS lewat untuk masuk ke PKS. Bahkan meski hujan deras mengguyur, warga tetap melakukan penghadangan.
Mahmuddin, Humas PKS PT PPSP mengatakan, PKS tersebut telah memiliki izin operasional sehingga dibuka. Dia menyebut, aksi warga menolak beroperasinya PKS tidak murni, melainkan ada provokator dibaliknya.
Dia mengatakan, provokator itu ada yang menginginkan tanah atau rumahnya dibayar dengan harga tinggi oleh pihak perusahaan. Dia pun meminta agar aparat penegak hukum untuk melakukan tindakan tegas terhadap provokator yang telah mengganggu arus lalu lintas di Pulo Padang.
"Ini tidak murni, tapi ada provokatornya. Ada yang minta supaya rumah dan tanahnya kita bayar mahal. Karena kita tolak, lalu mereka pun jadi provokator. Kita minta polisi menangkap provokator tersebut,"Katanya.(IS)

Berita Lainnya
Di Wiliyah Bantan Sari Kabupaten Bengkalis Hutan Mangrove Seluas 3,4 Hektar Dibabat Untuk Usaha Tambak Udang
Galian C di Pulau Tinggi Ditutup, Ketua Komisi III DPRD Riau: Perusahaan Tak Hadir Saat RDP
Dishub Kampar Monitoring Lalu Lintas di Pasar Ramadan, Pastikan Arus Tetap Lancar
Komisi III DPRD Riau dan Pemprov Sidak Galian C PT KKU di Kampar, Sumur Warga Kering dan Sawah Terdampak
Ngopi Bareng Ketua IWO Riau, Mafirion Bahas Isu Strategis dan Janji Kawal Keluhan Warga
Mafirion Berbagi Kebahagiaan Ramadhan, 1.200 Anak Yatim dan Dhuafa Terima Santunan di Inhil dan Kuansing
Warga Resah Dengan Aktivitas Tertutup di Belakang Meja Biliar Yang Diduga Berkedok Judi
KLHK Limpahkan Pengaduan Aktivitas Galian C PT KKU di Sungai Jalau Kampar ke DLH Riau