TPP ASN Inhil Dua Bulan Cair, THR Segera Menyusul Tunggu Perbup
Ketua DPRD Kampar Ahmad Taridi Ucapkan Selamat Idul Fitri 1447 H
Derita Leukemia, Azwardi Bertahun-tahun Percayakan JKN-KIS
Nusaperdana.com, Indragiri Hulu - Kesehatan merupakan harta yang paling berharga bagi setiap orang. Azwardi (40) warga desa Pematang Reba Kabupaten Indragiri Hulu yang merupakan peserta JKN-KIS dengan segmen Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) turut merasakan hal yang sama, baginya menjadi sehat itu sebuah keberkahan yang tidak bisa dibandingkan dengan hal apa pun.
Dirinya yang telah mengikuti jaminan kesehatan sejak lama, mengaku bahwa sudah bertahun-tahun menderita penyakit Leukemia.
“Awalnya ketahuan saya positif Leukemia itu tahun 2008, saya berobatnya ke Padang karena disini obatnya tidak ada. Karena kampung saya di Sumatera Barat jadi berobatnya ke sana. Waktu itu saya pakai Jamkesmas, namun saat pertama kali BPJS Kesehatan keluar, saya langsung pakai JKN-KIS,” ceritanya.
Pria berdarah minang tersebut mengatakan jika dirinya selama ini tidak pernah mengeluarkan Rupiah sepeser pun ketika berobat, sebab seluruh biaya telah ditanggung oleh BPJS Kesehatan dan ia hanya mengeluarkan uang untuk melunasi iuran setiap bulannya.
“Terbantu betul dengan adanya JKN-KIS, mungkin kalau diuangkan selama pakai BPJS, bukan ratusan juta lagi melainkan milyaran untuk biaya pengobatan saya. Bayangkan saja, 1 tahun yang dikeluarkan BPJS Kesehatan mungkin 400 juta. Sekarang ini kan saya menderita Leukemia yang masih kronis, semoga tidak sampai akut, karena kalau akut lebih mahal lagi biayanya, obatnya sebulan bisa sampai 45 juta,” ucapnya.
Tidak hanya bersyukur mengikuti Program JKN-KIS, Azwardi yang kesehariannya berjualan sate padang itu pun merasa senang terhadap Dokter yang selalu memperhatikan kesehatan dan memberinya motivasi.
“Dokternya bilang ke saya untuk semangat terus, semuanya sudah ditanggung BPJS, jangan sampai kita pula yang malas berobat. Jadi saya patuh dengan dokter, disiplin sebulan sekali ke Padang berobat,” lanjutnya.
Azwardi juga menepis tanggapan masyarakat pada umumnya yang menyebutkan bahwa pelayanan menggunakan JKN-KIS lebih lambat dibandingkan dengan pasien umum.
“Kalau menurut saya salah tanggapan mereka, saya pernah berdebat dengan orang karena mendengar kalau yang umum didahulukan, sedangkan yang pakai BPJS dikediankan. Di Rumah Sakit kan pakai antrian, pasien BPJS juga banyak, umpamanya si A sudah antri duluan didepan, kan gak mungkin antrian yang belakang didahulukan. Pernah juga ada yang bilang obat BPJS murahan, jadi saya bilang kalau saya saja sebulan sekitar 34 juta, dan untuk buktinya saya tunjukkan obat saya didepannya,” ujar Azwardi.

Berita Lainnya
Ketua DPRD Kampar Ahmad Taridi Ucapkan Selamat Idul Fitri 1447 H
Safari Ramadan PHR di Duri : Apresiasi Wartawan Pererat Silaturahmi dan Santuni Anak Yatim Keluarga Jurnalis
Hangatnya Ramadan, PWI Bengkalis Berbagi Takjil dan Pererat Silaturahmi dengan Buka Puasa Bersama
Pemkab Rohul Safari Ramadhan di Mesjid AL-FALAH Desa kembang damai berlangsung meriah dan damai
Lapas pasir pengaraian ikuti Rapat persiapan pan idul Fitri bersama Kakanril Ditjenpas Riau.
TPP ASN Inhil Dua Bulan Cair, THR Segera Menyusul Tunggu Perbup
Wabup Rohul Pimpin Pemusnahan Barang Bukti Hasil Penegakan Perda Tahun 2025
Safari Ramadan Ke-5: Sekda Rohul Jemput Langsung Aspirasi Warga Kepenuhan Hulu