HUT INI ke-118, Pengda INI Pekanbaru Gelar Pelatihan OSS dan KBLI 2025
Polsek Sabak Auh Gelar Turnamen Domino Meriahkan Hari Bhayangkara ke-80
Ikatan Mahasiswa Toraja Barat Mengecam Keras Pelaku Penembakan Guru Asal Toraja di Papua
Nusaperdana.com, Tana Toraja - Penembakan terhadap dua Guru asal Toraja yakni Oktovianus Rayo dan Yonathan Rende yang terjadi di Kampung Julukoma, Distrik Beoga Kabupaten Puncak Papua, kamis 8 April 2021 sontak mendapat perhatian serius dari Ikatan Mahasiswa Toraja Barat (IMTB).
Organisasi IMTB turut berduka atas peristiwa tersebut, yang mana ketahui dalam bulan April ada dua orang Toraja yang dibunuh dan yang terakhir adalah dua orang Guru yang juga merupakan warga Toraja.
Bagi kami, kata BPO (Badan Pertimbangan Organisasi) IMTB, Jurgen Sampealang, membunuh seorang Guru sama saja menghilangkan peradaban pendidikan di Negara ini.
"Kami mengecam tindakan terorisme ini, Tidak bisa dibiarkan begitu saja," tandasnya.
Kepada para penegak hukum, masih Jurgen, pihaknya berharap agar Polri selalu memberikan keamanan dan kenyamanan bagi masyarakat pendatang yang ada di Papua.
"Kami juga berharap kepada seluruh saudara-saudara masyarakat Toraja yang ada di Papua untuk selalu bersatu dan tetap waspada," harapnya.
Atas nama organisasi dan salah satu pendiri dari 12 pendiri organisasi IMTB, Jurgen mengecam pelaku penembakan tersebut.
"Pemerintah sudah seharusnya menaikkan status KKB ini menjadi kelompok Teroris agar pemerintah bisa memberantas kelompok ini menggunakan undang undang teroris," pintanya.
Senada hal tersebut, Ketua Umum IMTB, Anto mengatakan, peristiwa yang sering terjadi di beberapa daerah terkhusus di papua menyebabkan adanya korban dan kali ini korbannya adalah orang Toraja.
"Kita sebagai warga NKRI yang di maksud dalam UUD 1945 pasal 1 ayat 3 menyatakan bahwa Negara indonesia adalah Negara Hukum jadi setiap warga NKRI berhak memperoleh perlindungan hukum," imbuhnya.
Hingga kini, total warga toraja yang tewas di Papua yakni tiga orang diantaranya dua berprofesi sebagai guru dan sebelumnya ada seorang wanita tewas ditikam
Penulis: Albert Agus / Caverius Adi

Berita Lainnya
Polsek Sabak Auh Pantau Panen Jagung Pipil, Dukung Program Ketahanan Pangan Asta Cita
Jelang Panen, Polsek Sabak Auh Intensif Pantau Jagung Ketahanan Pangan di Lahan UPTD Pertanian
47 Personel dan 1 PNS Polri Polres Indragiri Hilir Naik Pangkat, Kapolres: Jadikan Amanah untuk Tingkatkan Pengabdian
Media Nusa Perdana Surati BPN Kampar, Minta Klarifikasi Soal Pencabutan SKT dan SKGR di Kota Garo
Panen Raya Jagung di Sabak Auh, Polsek dan Kelompok Tani Dukung Program Ketahanan Pangan Nasional
Polres Kampar Gelar Perkara Dugaan Pencurian Bibit Sawit, Polisi Libatkan BPN dan Ahli Pidana
HUT INI ke-118, Pengda INI Pekanbaru Gelar Pelatihan OSS dan KBLI 2025
Satres Narkoba Polres Inhil Ungkap Peredaran Narkotika, Sita 5.707 Butir Ekstasi dan Sabu