Karena Luapan Air Sungai, Jembatan Bodem Ambruk
Nusaperdana.com, Purwakarta - Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Pengairan Kabupaten Purwakarta (DPUBMP) pasca ambruknya jembatan penghubung kec Campaka dan kec Bungursari Purwakarta yang terjadi pada Jumat (3/4/20) langsung melakukan koordinasi dengan Pusat Jalan dan Jembatan (PUSJATAN) Provinsi Jawa Barat
Jembatan penghubung antar kecamatan Campaka dan Bungursari ini menggunkan kontruksi baja aramco dengan panjang 12mtr dan lebar 9mtr,total anggaran 1,8m yang di bangun pada tahun 2015 menggunakan dana APBD
Sekretaris (Sekdis) DPUBMP Arief Budiman saat ditemui awak media di ruang kerjanya mengatakan ambruknya jembatan yang dikenal dengan Jembatan Bodem awalnya terjadi lantaran meluapnya Sungai Ciherang Buntu Kecamatan Campaka Purwakarta.
“Luapan sungai memang sering terjadi seperti pada musim saat ini terjadi luapan beberapa kali.sebelum kejadian Pihak kami sudah melayangkan surat ke Dishub Purwakarta juga Camat Bungursari,camat Campaka serta Polsek Campaka dan polsek Bungursari untuk berkoordinasi menutup ruas jalan di karnakan ada bagian jalan yang longsor,sebelum trjadinya jembatan ambruk" ujar Arief di kantornya, Rabu (8/4/20).
"sebelum terjadi ambruknya jembatan tersebut sempat mengalami pengikisan dibagian pinggir bahu jalan,sehingga pihaknya sempat melakukan perbaikan menggunakan bronjong sebagai penahan bagian bahu jalan jembatan tersebut.tutur Arif
Pihak kami sudah minta pada PUSJATAN Provinsi Jabar untuk melakukan penelitian pasca ambruknya jembatan tersebut,tambahnya
“Kami belum tahu kapan hasilnya, yang jelas kami masih menunggu keputusan dari PUSJATAN,” katanya. (Anda,s)

Berita Lainnya
LBH CLPK Siap Laporkan Kaur Desa Indra Sakti, Musyawarah Buntu dan Pejabat Desa Mengaku Tidak Tahu
Kepala Desa Senama Nenek Diduga Jadi Dalang Konflik, Lahan 2.800 Hektare Dijadikan Arena Perebutan Kuasa
Dukungan Masyarakat Menguat, Wali Murid Larang Anak Ikut Demo Koperasi Merah Putih di SMA 2 Kampar
DPC PDIP SIAK ADAKAN SILATURAHMI DAN KONSOLIDASI SELURUH PENGURUS PARTAI MASA BAKTI 2025-2030
Hutan Hulu Kampar Dibabat, Air Terjun Gulamo Terancam: Masyarakat Minta Aparat Bertindak Cepat
Eks Kades Indra Sakti Dituntut 8 Tahun Penjara, Jaksa Tegaskan Ada Penyalahgunaan Wewenang Tanah Transmigrasi
DPRD Kampar Gelar Paripurna Laporan Reses, Aspirasi Rakyat Jadi Penentu Arah Pembangunan
Syukuran HUT Intelijen Polri, Polres Inhil Dorong Loyalitas dan Sinergi Personel