Kepala SDN 008 Air Putih Bantah Lakukan Pungli, Wali Murid: Kami Kasihan Guru Honorer Gajinya Kecil

Nusaperdana.com, Indragiri Hulu - Belakangan ini santer beredar berita di media massa adanya dugaan pungutan liar (pungli) di SDN 008 Air Putih, Kecamatan Lubuk Batu Jaya, Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu).
Terkait hal tersebut, Kepala SDN 008 Air Putih, Margaretha Sugiyanti, S.Pd, SD, saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (10/2/2022) membantah terkait dugaan pungli itu.
"Ini bukan pungutan ataupun pungli, tetapi sumbangan, dan ini sifatnya tidak wajib membayar, hanya yang mampu dan tidak ada paksaan. Mengapa ada nominal 15.000? Itu adalah permintaan walimurid pada saat musyawarah bersama komite sekolah," terang Margaretha.
Lebih jauh Margaretha mengungkapkan, sumbangan ini awalnya disepakati karena melihat gaji guru honorer yang sangat kecil, dan jika diambil dari dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) itu hanya mendapat Rp.600.000 dan ada yang hanya Rp.200.000, jumlah segitu dinilai tidak cukup untuk kebutuhan guru honorer yang mengajar di SDN 008 Air Putih.
"Melihat para guru honorer yang mendapat gaji kecil, maka pihak Komite Sekolah mempunyai gagasan untuk penggalangan dana dari wali murid yang bersedia membantu para guru honorer agar lebih semangat dalam mengajar anak mereka, selain itu juga hasil dari sumbangan itu digunakan untuk program ekstrakurikuler," terang Margarheta.
"Untuk penggalangan dana sudah sesuai dengan Permendikbud nomor 75 tahun 2016 pasal 10 ayat 1 dan 2," imbuhnya.
Kepsek yang dikenal tegas ini juga menyampaikan, hasil penggalangan dana oleh komite sekolah di bukukan pada rekening bersama komite sekolah sesuai pasal 10 ayat 4.
"Saldo penggalangan dana tersimpan di rekening KUD atas nama komite sekolah. Hingga saat ini terkumpul dana kurang lebih Rp.73 juta di karenakan selama masa pandemi tidak ada kegiatan ekstrakurikuler sama sekali yang di biayai oleh dana komite tersebut. Dan seluruh penerimaan maupun pengeluaran dana komite sekolah dibukukan dengan rapi dan dilaporkan kepada wali murid," pungkas Margarheta.
Sementara itu, salah seorang wali murid, Badriah (35) saat dikonfirmasi terkait sumbangan sukarela tanpa paksaan Rp.15.000 mengaku tidak merasa keberatan.
"Kalau hanya Rp.15.000 setiap bulannya saya pribadi tidak keberatan, mungkin hampir seluruh wali murid tidak ada yang keberatan, karena ini kan untuk program sekolah dan membantu para guru honorer agar lebih semangat dalam mengajarkan ilmunya kepada anak kami," terang Badriah.
Tak hanya Badriah, Dewi yang anaknya juga bersekolah di SDN 008 Air Putih mengatakan hal yang sama, malahan ibu satu anak ini mengatakan, "Jika cuma Rp.15.000 saya rasa tidak ada keberatan, kami para wali murid merasa iba dan prihatin melihat guru honorer yang gajinya sangat kecil, apalagi sekarang semua kebutuhan banyak yang mahal, apakah cukup jika para guru honorer sebulan di gaji cuma Rp.200.000," ujar Dewi dengan nada sedih. (Karto)
Berita Lainnya
Ramadhan Tiba, Ketua DPRD Kepri Iman Sutiawan Berbagi Sembako
LBH Pers SMSI Riau Siap Dampingi Masyarakat Hadapi Masalah Hukum
Gubernur Ansar Sampaikan Gagasan Upaya Peningkatan Layanan Kesehatan dan Nakes kepada Menkes RI
Srikandi PLN Turut Berperan Dalam Komisioning GI 150 kV Talisayan sebagai Wujud Semangat Hari Pahlawan
Kunjungi Proyek Pembangunan TL 150 kV GI Malifut - GI Tobelo, EVP MKJ PLN Tegaskan Komitmen PLN untuk Memperkuat Infrastruktur Kelistrikan di Maluku Utara
Membanggakan, Teknik Sipil UNISI Raih Juara 1 Lomba Tingkat Nasional
SMSI Gagas RM Margono Djojohadikoesoemo Menjadi Pahlawan Nasional, Dukungan Kian Menguat
Pembangunan Kelurahan Dinilai Tertinggal, Ferryandi Janjikan Anggaran Sama Dengan Di Desa