Komentari Status Nettizen di Medsos, Ketua Karang Taruna Air Jamban Lukai Hati Masyarakat Aceh
Nusaperdana.com, Bengkalis - Jelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Bengkalis suasana tampak mulai memanas di Media Sosial hingga berujung menjelekkan suku dan ras. Kali ini datang dari Jari jemari Ketua Karang Taruna Kelurahan Air Jamban, Wira Hadi Kusuma. Diduga tak terima jagoannya dijelekkan, Ketua Ormas Kepemudaan Kelurahan terbesar di Kecamatan Mandau itu tega menjelekkan salah satu kontestan paslon yang diketahui lahir di tanah rencong, Naggroe Aceh Darussalam, Rabu (22/7/20).
Goresan komentar itu tampak jelas menghiasi laman Facebook pada group Bengkalis Breaking News yang diposting Ahmad Jamil dengan judul "Komentar Sara Dari Ketua Karang Taruna Air Jamban" dengan menyebutkan Pilihlah suku aceh tu...Biar bini org bini kito. Bini kito bini oang. Alamat Bengkalis penuh maksiat saat menjawab komentar nettizen bernama Irwandi Lubis.
Saat dikonfirmasi terkait goresan ulah jari jemari yang dianggap melukai hati masyarakat Aceh tersebut melalui sambungan pesan singkat WhatsApp nya, Ketua Karang Taruna Kelurahan Air Jamban, Wira Hadi Kusuma, tak berbalas.
Hingga berita ini ditayangkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Persatuan Masyarakat Aceh di Kota Duri, Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis terkait komentar sara di Medsos tersebut. (Tim)

Berita Lainnya
Bupati Inhil Herman Tekankan Kesiapsiagaan Karhutla Hadapi Musim Kemarau 2026 di Inhil
Bupati Inhil Lepas Keberangkatan Jamaah Haji Menuju Tanah Suci
Bupati Herman Atensi Pembangunan Pasar Yos Sudarso yang Sudah Terlihat Tua, Kumuh, dan Memprihatinkan
Bupati Inhil Herman Lepas 307 JCH Kloter 7 di Masjid Agung Al-Huda Tembilahan, Suasana Haru Iringi Keberangkatan
Bupati Inhil, Herman Buka MUSKAB VII PWRI Inhil, Tekankan Sinergi Pensiunan untuk Wujudkan Inhil Hebat
DPRD Kampar Diminta Beri Penjelasan Soal Dana Hibah 2026, Ini Poin yang Dipertanyakan
Paripurna LKPj 2025 Rampung, DPRD Kampar Tegaskan Komitmen Pengawasan dan Perbaikan Kinerja Pemda
Karaoke di Tapung Disorot, Izin Belum Tuntas Tapi Diduga Sudah Beroperasi