Trending
+
Bupati Kasmarni Serahkan LKPD Unaudited 2024 Ke BPK Tepat Waktu
Dibaca : 376 Kali
Wali Kota dan Wawako Pekanbaru Shalat Idul Fitri Bersama Warga di Panam
Dibaca : 519 Kali
Polisi Sebut Kerusuhan di Depan Gedung Bawaslu Sudah Disetting

Jakarta - Pihak kepolisian menyebut kerusuhan yang terjadi pada 22 Mei dini hari merupakan peristiwa setingan.
Berdasarkan informasi yang dihimpun pihak kepolisian, massa yang ikut dalam kerusuhan tersebut berasal dari berbagai daerah, termasuk adanya barang bukti berupa satu unit ambulans bergambar logo partai yang berisikan batu.
"Kami simpulkan massa yang dari aksi damai, peristiwa dini hari tadi bukan massa spontan. Tapi peristiwa by design, peristiwa setingan," kata Kepala Divisi Hubungan Masyarakat (Kadiv Humas) Polri Irjen Mohammad Iqbal di kantor Kemenko Polhukam, Jakarta Pusat, Rabu (22/5/2019) sebagaimana dilansir dari laman Suara.com.
Iqbal menjelaskan, aksi unjuk rasa di depan Gedung Bawaslu RI mulanya berjalan kondusif hingga pelaksanaan salat tarawih yang dilakukan oleh peserta demo.
Pihak kepolisian juga sudah mengimbau kepada pendemo untuk membubarkan diri pada pukul 21.00 secara tertib dan imbauan itu dituruti oleh para pendemo.
Namun pada sekitar pukul 23.00, sejumlah massa kembali. Massa itu disebut Iqbal berulah dan melakukan provokatif.
Pihak kepolisian harus menjalankan SOP-nya dengan mendorong para massa itu karena sesuai aturan tidak diperbolehkan ada unjuk rasa di malam hari.
"Di jalan Sabang dan Wahid Hasyim bukan malah kooperatif tapi menyerang petugas bukan hanya kata-kata, tapi lemparan batu, molotov, petasan ukuran besar, dan massa tersebut sangat brutal," ujarnya.
Serangan dari massa yang belum diketahui asalnya terus terjadi pada Rabu dini hari.
Setelah massa sebelumnya sudah terurai, Iqbal menyampaikan bahwa kericuhan kembali terjadi di kawasan KS Tubun. Ada sekitar 200 massa yang berkumpul di daerah tersebut dan diduga sebagai massa setingan.
Massa tersebut kata Iqbal, kemudian bergerak ke arah asrama Brimob di Petamburan, Jakarta Barat.
Massa tersebut menyerang asrama dengan berbagai alat seperti batu, bom molotov, dan alat lainnya. Ada 11 orang yang akhirnya ditangkap pihak kepolisian sebagai diduga provokator.
"Dari beberapa peristiwa tersebut, berbagai data sudah kami dapat dari hasil pemeriksaan sementara bahwa mayoritas massa dari luar Jakarta, dari Jabar, Banten, dan ada dari Jateng," ujarnya.
Selain itu, Iqbal juga mengungkapkan bahwa pihaknya menemukan bukti seperti satu unit mobil ambulans yang berisikan batu dan alat-alat lainnya. Iqbal menyebutkan mobil ambulans tersebut dipasang gambar salah satu logo partai politik.
"Ada satu ambulans, saya tidak sebutkan itu ambulans ada partainya, itu penuh dengan batu dan alat-alat sudah kami amankan," tuturnya.
"Ada juga setelah kami geledah massa terseut membawa uang dalam amplop-amplop dan sudah kami sita dan PMJ sedang mendalami hal itu," Iqbal menambahkan.
Berita Lainnya
Antrean Sepeda Motor Mengular ke Jalan Raya Sampai Oknum Calo Pun Ada Ro-Ro Air Putih Bengkalis.
Silaturahmi Hangat: Gubernur dan Kapolda Riau Hadiri Open House Wali Kota Pekanbaru
Wali Kota dan Wawako Pekanbaru Shalat Idul Fitri Bersama Warga di Panam
Wali Kota Pekanbaru Gelar Open House, Eratkan Silaturahmi dengan Warga
Lepas Pawai Takbir, Bupati Kampar Mengajak Untuk Saling Memaafkan
Hari Raya Idul Fitri 1446 H, Wako Pekanbaru Agung Nugroho Ajak Masyarakat Kolaborasi Bangun Kota
Diselenggarakan oleh Kapolda Riau, Bupati Bengkalis Ikuti Kegiatan Penanaman 10.000 Pohon
Jumat Berkah! Gaji THL Pemko Pekanbaru Cair Hari Ini, Wako Agung: Alhamdulillah, Silakan Cek Rekening