NUSAPERDANA.COM — Polres Ketapang menangkap sejumlah orang yang diduga menyalahgunakan BBM subsidi selama sepekan terakhir, saat warga di seluruh SPBU Kabupaten Ketapang harus antre berjam-jam untuk mendapatkan pertalite dan pertamax. Penangkapan diumumkan Kapolres Ketapang AKBP Putra Pratama pada Minggu (11/10/2026), namun jumlah tersangka, modus, dan peran masing-masing belum diungkap karena penyelidikan masih berjalan. Warga yang kesulitan membeli bahan bakar di kios pengecer diminta tidak menimbun dan menggunakan BBM sesuai kebutuhan.
"Beberapa penyimpangan BBM subsidi yang sudah ditangkap oleh Polres Ketapang dalam satu minggu terakhir," ujar AKBP Putra Pratama saat dikonfirmasi, Minggu (11/10/2026).
Ia menambahkan personel masih bekerja di lapangan untuk mengembangkan kasus. Artinya, informasi soal modus dan siapa saja yang terlibat belum bisa dipastikan sampai penyelidikan selesai.
Antrean Berjam-jam di Seluruh SPBU Ketapang
Pantauan di lapangan menunjukkan antrean panjang terjadi di seluruh Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kabupaten Ketapang. Warga mengeluh harus menunggu berjam-jam hanya untuk mengisi bahan bakar.
Dampaknya merembet ke kios pengecer. Pembelian di sejumlah kios sulit didapat dan banyak yang tutup, sehingga warga semakin terbatas mendapat bahan bakar. Harga beli di tingkat pengecer pun ikut terpengaruh.
Imbauan Hiswana Migas: Jangan Panic Buying dan Menimbun
Ketua Hiswana Migas Kabupaten Ketapang, Riza, mengimbau warga menggunakan BBM sesuai kebutuhan dan tidak menimbun. Ia juga menyatakan dukungan penuh terhadap langkah kepolisian menindak dugaan penyalahgunaan BBM subsidi.
"Kami juga mengimbau ke masyarakat jangan panic bunying, gunakan BBM sesuai kebutuhan, jangan menimbun," ucap Riza.
Imbauan ini penting karena penimbunan justru memperparah kelangkaan. Ketika sebagian pembeli mengambil lebih dari kebutuhan, stok di SPBU cepat habis dan antrean makin panjang.
Harapan Warga: Efek Jera bagi Pemain BBM Subsidi
Warga Ketapang, Ahmad (34), berharap penindakan polisi memperbaiki distribusi BBM subsidi. Menurutnya, penegakan hukum harus tegas agar menimbulkan efek jera.
"Yang begini-begini memang harus ada tindakan tegas dari polisi, agar ada rasa takut dan efek jera bagi 'pemain' BBM subsidi," ucap Ahmad.
Ahmad menilai pengawasan penyaluran BBM subsidi perlu ditingkatkan agar distribusinya tepat sasaran. Tanpa pengawasan ketat, celah penyimpangan bisa kembali terbuka meski sudah ada penangkapan.
Apa yang Bisa Dilakukan Warga Sekarang
Polres Ketapang belum mengumumkan detail kasus, termasuk jumlah tersangka dan barang bukti. Informasi resmi menyusul setelah penyelidikan lapangan selesai.
Warga yang menemukan indikasi penyalahgunaan BBM subsidi dapat melaporkannya ke Polres Ketapang atau mengadukan ke kanal pengaduan resmi Pertamina dan Hiswana Migas setempat. Sertakan bukti seperti foto, lokasi, dan waktu kejadian agar laporan bisa ditindaklanjuti.
Hindari membeli BBM dari pengecer tidak resmi dengan harga jauh di atas ketentuan, dan jangan menimbun bahan bakar di rumah. Selain melanggar aturan, penimbunan mempercepat kelangkaan yang merugikan tetangga sendiri.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi soal berapa lama antrean akan berlangsung maupun langkah penambahan pasokan. Pembaruan informasi dapat dipantau melalui kanal resmi Polres Ketapang dan Dinas Perhubungan setempat.