SMSI Inhil Ikut Momentum Nasional HPN 2026 di Banten
Patisipasi Dalam HPN 2026 di Banten PWI Bengkalis Ikuti Jalan Sehat
Putus Kesenjangan Faskes, Rupat Harus Miliki RSUD
Nusaperdana.com, Bengkalis - Persoalan kebutuhan fasilitas kesehatan (Faskes) di daerah yang sulit dijangkau terutama daerah kepulauan seakan masih terabaikan. Di Kecamatan Rupat dan Rupat Utara, Kabupaten Bengkalis misalnya, bila masyarakat membutuhkan sentuhan kesehatan, harus pula dirujuk Ke Dumai atau ke Bengkalis.
Pasien asal Rupat dan Rupat Utara yang butuh penanganan ekstra cepat jika hanya mengandalkan transportasi Roro untuk dirujuk ke Dumai, dapat dipastikan selama ini banyak yang tidak tertangani dengan maksimal. Apalagi yang di rujuk ke Bengkalis, lewat laut saja memakan waktu 2 sampai 3 jam. Apalagi lewat darat yang harus melewati 2 Roro (Roro Rupat-Dumai dan Roro Sei Pakning-Bengkalis) yang memakan waktu bisa sampai 5 jam untuk sampai ke Bengkalis.
Untuk itu, berangkat dari niat baik mengubah sistem ini, izinkan Indra Gunawan Eet dan Samsu Dalimunthe (ESA) bila dipercaya masyarakat memimpin Kabupaten Bengkalis kelak mendirikan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) di Rupat.
Dengan dukungan masyarakat, ESA tidak hanya cuma sekedar mendirikan RSUD Rupat, tetapi dilengkapi fasilitas kesehatan yang memadai layaknya RSUD tipe C yang mampu memberikan pelayanan kedokteran spesialis. Setidaknya diawali dari rumah sakit tipe C yang memiliki pelayanan penyakit dalam, bedah, kesehatan anak, serta kebidanan dan kandungan, pasien tidak lagi harus jauh-jauh dirujuk ke luar daerah pulau Rupat.
Tidak hanya kebutuhan RSUD di Rupat saja yang akan kami lengkapi. Untuk mempercepat pelayanan kesehatan yang harus dirujuk ke luar daerah, sebab RSUD tipe C belum mampu melayani operasi tertentu, izinkan ESA menyediakan ambulance laut cepat berjenis speedboat.
Dengan ambulance cepat speedboat, pasien yang mendesak harus dioperasi ke rumah sakit tertentu, tidak lagi harus menunggu antrean Roro. Karena, Kecamatan Rupat dan Rupat Utara merupakan daerah kepulauan.
Apalagi, selama ini di dua kecamatan ini hanya ada Puskesmas dan Pustu dengan fasilitas terbatas. Sedangkan jumlah masyarakatnya terbilang semakin bertambah apalagi pariwisatanya akan terus meningkat. Di Kecamatan Rupat saja misalnya, terdiri dari 12 desa dan 4 kelurahan dengan ibu kota kecamatan berada di Batu Panjang.
Sarana kesehatan yang terdapat di Kecamatan Rupat terdiri dari 1 Puskesmas dan 9 Pustu. Tenaga kesehatan tercatat sangat terbatas jumlah dokternya. Mereka hanya dibantu beberapa bidan dan apoteker.
Rupat harus bangkit dari keterbatasan, baik fasilitas kesehatan, infrastruktur, pendidikan, dan lainnya. Apalagi, tidak bisa kita pungkiri bidang pariwisata di Kecamatan Rupat apalagi di Rupat Utara berupa pantai dengan hamparan pasir putih yang landai menjadi penyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD). ESA tidak ingin lagi masyarakat di dua kecamatan ini ibarat dianaktirikan.
Belum lagi kualitas jalan di Kecamatan Rupat dan Rupat Utara termasuk kategori kurang memadai. Mari bangkit bersama Indra Gunawan Eet dan Samsu Dalimunthe (ESA) untuk memutus kesenjangan kesehatan, sosial, pendidikan, infrastruktur, pertanian, perkebunan, peternakan, dan yang terpenting terbukanya lowongan pekerjaan seluas-luasnya agar kita tidak menjadi penonton di negeri sendiri.

Berita Lainnya
SMSI Inhil Ikut Momentum Nasional HPN 2026 di Banten
HPN ke-80, Kabiro Nusaperdana.com Kampar Tegaskan Sengketa Pers Bukan Ranah Pidana
Menuntaskan S2 di Tengah Kesibukan Kerja, Belman Junaidi Buktikan Komitmen pada Pendidikan
Sat Reskrim Polres Inhil Bersama BPOM dan Disperindag Laksanakan Operasi Pasar Jelang Ramadhan 1447 H
Amir Luthfi Ucapkan Selamat HUT ke-76 Kabupaten Kampar
Kepala SMAN 2 Kampar Ucapkan Selamat HUT Kampar ke 76: Kampar di Hati
Dugaan Pupuk KCL Palsu di KUD Maju Jaya Tapung Menguat, LPPNRI Dorong Proses Hukum
Zumrotun Rayakan HUT Kampar Ke 76 dan HUT Gerindra Ke 18: Kampar di Hati, Kompak Bergerak Berdampak