Siap-siap, 25 Januari Bengkalis Bakal Uji Coba PTM
Nusaperdana.com, Bengkalis - Penjabat (Pj) Bupati Bengkalis Syahrial Abdi didampingi Sekretaris Daerah Bustami HY Mengelar Rapat Pembahasan Pembelajaran tatap Muka yang berlangsung di ruang Hang tuah Lantai II Kantor Bupati Bengkalis. Rabu (20/01).
Rapat yang di Pimpin oleh PJ Bupati Syahrial abdi dan di ikuti Forkopimda, Satuan Tugas Covid-19 di Kabupaten Bengkalis, serta sejumlah tokoh masyarakat, Menyampaikan bakal melakukan uji coba Pembelajaran Tatap muka (PTM) Mulai hari Senin 25 Januari 2021 mendatang.
Keputusan tersebut diambil usai terpenuhinya syarat Surat Keputusan Bersama (SKB) 4 Menteri yakni Surat Keputusan Bersama Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Menteri Agama, Menteri Kesehatan dan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia dengan Nomor: 01/KB/2020/, 516/2020, HK 03.01/Menkes/363/2020, 440.882 Tahun 2020 tentang panduan penyelenggaraan pembelajaran pada Tahun Ajaran 2020/2021 dan Tahun Akademik 2020/2021 di masa pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).

Serta Surat Edaran Gubernur Riau Nomor: 8/SE/2021 tentang pembelajaran di satuan pendidikan PAUD/RA, SD/MI, SMP/MTs, SMA/MAK, SLB dan satuan Pendidikan Non Formal lainnya di masa pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) pada semester genap tahun pelajaran 2020/2021 di Provinsi Riau.
Selain itu, Ketua Ahli Epidemiologi Riau dr Wildan Asfan Hasibuan juga turut memberikan pandangan dan masukan terkait penerapan sistem pembelajaran tatap muka di masa pandemi.
Dalam pertemuan itu, Pj Bupati mengatakan, pembelajaran tatap muka harus dipersiapkan secara matang dimasa pandemi Covid-19.
“Sesuai zona, dimana Kabupaten Bengkalis saat ini berada di zona kuning, sudah diperbolehkan melakukan pembelajaran tatap muka, begitu juga dengan kriteria dari SKB 4 Menteri,” terangnya dikutip dari situs Resmi Diskominfo.
Walaupun sudah di zona kuning, Pj Bupati mengingatkan penerapan protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran virus corona yang bisa menimbulkan kluster baru harus tetap dikedepankan.
“Akan ada evaluasi nanti setiap 14 hari, mingguan dan juga bulanan untuk memastikan penerapan pembelajaran tatap muka di sekolah sesuai dengan protokol kesehatan,” ujar Syahrial.
Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan kabupaten Bengkalis Edi Sakura menjelaskan pembelajaran tatap muka dengan protokol kesehatan yang ketat meliputi jaga jarak minimal 1,5 meter, jumlah peserta didik per ruang kelas 18 orang (dari standar 32), sistem bergilir rombongan belajar, menggunakan masker, cuci tangan pakai sabun, tidak melakukan kontak fisik, menerapkan etika batuk dan bersin, sehat dan jika mengidap comorbid harus dalam kondisi terkontrol, tidak memiliki gejala Covid-19 termasuk orang serumah dengan warga sekolah.
“Kemudian di sekolah nantinya tidak diperbolehkan adanya kantin, tidak diperbolehkan adanya kegiatan selain belajar mengajar dan tidak diperbolehkan kegiatan olahraga,” ujar Edi Sakura.
Namun izin sekolah tatap muka tidak berlaku bagi PAUD maupun TK, dimana dalam pembahasan rapat tersebut Syahrial Abdi mempertimbangkan pengawasan ekstra yang perlu diperhatikan.
“Untuk Pendidikan Usia Dini dan Taman Kanak-kanak kita tunda dulu hingga nanti kita lihat perkembangan SD, SMP dan SMA,” pungkasnya. (Putra)

Berita Lainnya
Gugatan PMH dan Wanprestasi Kandas, PN Bangkinang Putus Perkara Lahan 50 Hektare NO
Sejumlah Pencapain dan Penghargaan Diraih Kejari Bengkalis di Akhir Tahun 2025
Ribuan Masyarakat Bengkalis Hadiri PWI Night Fest dan CFN UMKM Dalam Rangka HPN 2026
Polres Bengkalis Gelar Paparan Capaian Kinerja di Sepanjang Tahun 2025
Serahkan Rumah Layak Huni di Ganting Damai, Bupati Kampar Tegaskan Sinergi dengan Baznas untuk Entaskan Kemiskinan
PHR Dorong Kemandirian Ekonomi Kelompok Disabilitas Lewat Pelatihan Laundry Sepatu
Rilis Akhir Tahun 2025, Polres Kampar Tegaskan Komitmen Berantas Kriminalitas dan Tingkatkan Pelayanan Publik
LPPNRI Penuhi Permintaan PPID, Desak Transparansi Hasil Pemeriksaan Inspektorat Desa Pulau Terap