Bangun Generasi Peduli, RA Khalifa Tekankan Pentingnya Empati Anak
Wakapolres Inhil: Jangan Takut Lapor Narkoba, Kami Lindungi
Selamat Jalan Ibunda Tercinta, Kenanganmu Abadi
Heboh di Tapung Hilir Belasan Pria Datangi Kebun Sawit dan Bawa Warga ke Polres Kampar Polisi Hadang di Tengah Jalan
Nusaperdana.com, Kampar - Peristiwa menegangkan terjadi di Desa Sekijang, Kecamatan Tapung Hilir, Kabupaten Kampar. Seorang warga bernama Gatili Lase mengaku dibawa paksa oleh belasan pria saat berada di kebun sawit bersama dua rekannya.
Insiden itu disebut bermula saat sekitar 15 pria datang menggunakan beberapa mobil ke kebun sawit milik Roni Saing pada Senin (11/5/2026) sekitar pukul 16.00 WIB.
Korban mengaku awalnya rombongan tersebut meminta dirinya ikut ke Polres Kampar. Alasannya, korban dan rekannya disebut telah dilaporkan terkait dugaan pencurian sawit.
Namun korban mengaku bingung karena menurutnya tidak ada surat resmi maupun penjelasan jelas yang diperlihatkan saat itu.
Situasi pun berubah tegang. Dalam laporan pengaduan yang dibuat korban, salah satu rekannya disebut langsung dipaksa naik ke dalam mobil.
Sementara korban lainnya diarahkan menggunakan sepeda motor dengan pengawalan ketat rombongan tersebut.
Korban mengaku sempat menolak ikut karena merasa ketakutan melihat jumlah orang yang datang cukup banyak.
"Saya merasa tertekan dan takut karena mereka datang ramai-ramai," demikian isi laporan korban.
Di tengah perjalanan menuju arah Bangkinang, korban mengaku suasana semakin mencekam. Ia merasa tidak bebas dan berada di bawah tekanan karena terus dikawal rombongan tersebut.
Beruntung, patroli Polsek Tapung Hilir yang sedang melintas curiga melihat iring-iringan kendaraan itu lalu menghentikannya di jalan.
Saat itulah korban langsung menyampaikan kepada polisi bahwa dirinya merasa dipaksa ikut dan keberatan dibawa oleh rombongan tersebut.
Peristiwa ini langsung menyita perhatian warga sekitar. Dugaan aksi penjemputan paksa berkedok membawa terduga pelaku ke polisi menjadi bahan pembicaraan masyarakat.
Warga mempertanyakan mengapa proses membawa korban dilakukan secara beramai-ramai hingga memicu ketakutan di lokasi kejadian.
Kini kasus tersebut masih dalam penanganan kepolisian. Polisi disebut tengah mendalami kronologi lengkap, termasuk dugaan laporan pencurian sawit yang menjadi alasan korban dibawa menuju Polres Kampar.
Sementara hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak yang dilaporkan dalam pengaduan tersebut.

Berita Lainnya
Bupati Luncurkan Buku Profil Ulama Kharismatik Kabupaten Bengkalis Jilid II
Bupati Inhil Herman Tekankan Kesiapsiagaan Karhutla Hadapi Musim Kemarau 2026 di Inhil
Bupati Inhil Lepas Keberangkatan Jamaah Haji Menuju Tanah Suci
Bupati Herman Atensi Pembangunan Pasar Yos Sudarso yang Sudah Terlihat Tua, Kumuh, dan Memprihatinkan
Bupati Inhil Herman Lepas 307 JCH Kloter 7 di Masjid Agung Al-Huda Tembilahan, Suasana Haru Iringi Keberangkatan
Bupati Inhil, Herman Buka MUSKAB VII PWRI Inhil, Tekankan Sinergi Pensiunan untuk Wujudkan Inhil Hebat
DPRD Kampar Diminta Beri Penjelasan Soal Dana Hibah 2026, Ini Poin yang Dipertanyakan
Paripurna LKPj 2025 Rampung, DPRD Kampar Tegaskan Komitmen Pengawasan dan Perbaikan Kinerja Pemda