Stand Down Meeting PT. RSIMA Untuk Perubahan Lebih Baik

Owner RSIMA H.Efendi membuka Stand Down Meeting

Nusapedana.com,Duri - Diusia memasuki 6 tahun berdirinya PT.Rahma Sindo Mandiri (RSIMA) yang bergerak di jasa transportasi darat angkut umum terus berbenah untuk perubahan lebih baik dalam memberi kepuasan masyarakat. 

Melalui tema "Keselamatan Mu - Keselamatan Ku, Penumpang Aman & Nyaman" stand down meeting Pimpinan dan seluruh karyawan PT.RSIMA pencerahan tentang Keselamatan Mengemudi disampaikan oleh Professional Instructor Herry W. 

Stand Down Meeting bertempat di Kantor PT.RSIMA jalan Asrama Tribata, Kelurahan Pematang Pudu, Kecamatan Mandau, usai  pencerahan tentang keselamatan mengemudi oleh Herry W, dilanjutkan dengan tausyiah singkat atau siraman rohani disampaikan oleh Ustadz Zaini Amri S,Pdi MA dan Do'a bersama, Rabu (16/11) malam. 

Owner travel PT. RSIMA H.Efendi mengatakan kegiatan stand down meeting ini kita lakukan untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan atau mengingat kembali tentang keselamatan dalam  mengemudi kendaraan. 

"Artinya apa yang akan kita buat di Kecamatan Mandau, Pinggir dan Batsol Khususnya Kabupaten Bengkalis, untuk melakukan modal transportasi darat agar kepercayaan masyarakat ada pada kami," katanya. 

Owner RSIMA yang akrab di sapa H.Ujang itu menjelaskan mengapa mengadakan stand down meeting karena beberapa waktu lalu kita mengalami insiden satu unit mobil kits merk Toyota Voxy 2.0 AT  di jalan kilometer 20 Tol Permai 

"Sebagai pemilik atau owner atas hal yang terjadi beberapa waktu lalu dan untuk pertanggungjawaban moral. Jadi ke depan kami lebih berhati-hati dan akan melakukan sungguh-sungguh dengan transportasi darat yang sudah kita siapa bagus-bagus seperti Toyota Fortuner dan Inova rebon," ucapnya 

Ditambahkan H.Ujang sementara untuk karyawan sudah melakukan proses dengan cek urine yang hasil negatif dari narkoba. Dan mulai dari tanggal 15 November kemarin PT. RSIMA sudah menganti manajemen baru untuk merubah keadaan yang lama. 

"Manajemen baru ini, RSIMA menunjuk 6 orang sebagai PIC memimpin masing-masing 4 supir atau pengemudi dengan kita beri nama burung seperti PIC Elang dan nama - nama hewan lainnya," jelasnya. 

Dikatakan H.Ujang  driver RSIMA sebelum berangkat, kita melakukan kroscek bagaimana keadaannya, jika ada masalah sebelum berangkat akan kita tanyakan bahkan sampai ke rumahnya, karena kita akan membuat para driver bekerja jangan hanya di mulut tetapi bekerja dengan hati. 

"Jadi dengan adanya manajemen baru ini kami berharap kepada masyarakat bisa percaya kembali kepada RSIMA untuk melakukan transportasi darat," pungkasnya ke depan agar lebih baik lagi. 

Sementara itu, Professional Instructor Herry W, menyampaikan kenapa tema dibuat Keselamatan Mu - Keselamatan Ku. karena kalau Pengemudi selamat penumpangnya juga ikut selamat. Jadi kita ingin bapak-bapak mempunyai rasa tanggung jawab terhadap keselamatan. 

"Intinya bagaimana melakukan atau merubah pola pikir para pengemudi di RSIMA ini supaya jauh lebih aman," jelas Herry yang telah mendalami sefaty mengemudi sejak tahun 2002 hingga saat ini. 

Herry mengatakan semenjak mendalami sefaty mengemudi telah banyak menghadapi karakter para pengemudi. Jadi saat ini saya tidak mengajari para pengemudi RSIMA, tetapi mengingatkan budaya dan pola pikir yang harus di ubah. 

"Maka tujuan saya kesini bagaimana merubah budaya pengemudi biar selamat di jalan," ucapnya menyampaikan pengalaman bertugas di Australia, Laos, Vietnam dan negara lain. 

Herry menyebutkan kalau bicara kasus kecelakaan kendaraan bermotor di jalan setiap tahun di Indonesia sudah mencapai lebih kurang 27.000 orang meninggal dunia  akibat kendaraan bermotor. 

"Karena untuk menjadi seorang pengemudi yang kompeten itu tidak gampang, pertama harus punya tangung jawab, kedua harus sabar, ketiga harus sadar dan yang keempat harus mempunyai rasa empati," paparnya sembari menceritakan kecelakaan yang pernah dialami temannya. 

Ia memaparkan tanggung jawab itu adalah tanggung jawab keselamatan diri sendiri,  sabar apa yang lakukan, rileks bisa mengontrol, sadar tidak ada pekerjaan yang mengisap demi keselamatan keluarga dan diri kita, terakhir empati yaitu kepedulian terhadap keselamatan diri kita dan orang lain. 

"Ini lah tugas saya bagaimana memberi pemahaman dasar tentang keselamatan. Jadi tolong tanamkan rasa keselamatan, paham terhadap bahaya dan resiko atau konsekuensi dari aktivitas yang kita lakukan," pungkasnya.

Sementara itu, Ustadz Zaini Amri mengingat kepada para pengemudi terutama pengemudi atau karyawan travel RSIMA sebelum melakukan perjalanan berdoa terlebih dahulu agar perjalan slalu dilindungi oleh Allah SWT. 

"Intinya ada tiga hal yang harus di jaga yaitu menjaga wuduk agar selalu tenang tidak gelisah, kedua sabar dalam melakukan suatu pekerjaan jangan pernah terburu-buru dan menjaga hati slalu dekat dengan Allah SWT," pesan Ustadz Zaini Amri dan menutup stand down meeting dengan Do'a bersama. 

Sebagai bentuk penghargaan, di acara stand down meeting ini, Owner RSIMA H.Efendi juga memberikan hadiah kepada salah seorang karyawan terbaik.**

 



[Ikuti Nusaperdana.com Melalui Sosial Media]



Tulis Komentar