Tindakan Epidural Pelayanan Unggulan RS Thursina Duri, berikut Penjelasanya
Nusaperdana.com, Duri - Sebelum Melakukan operasi pasien yang biasanya takut dan merasakan sakit setelah beberapa jam ketika bius nya habis, kini di RS Thursina Duri, hal seperti tidak ada lagi dirasakan karna sudah ada Pelayanan Unggulan dengan tindakan Epidural.
Apa itu tindakan Epidural ini perlu penjelasan agar masyarakat tidak bertanya, dan binggung Ucap dr Wicak Kunto Wibowo Sp.An kepada Nusaperdana.com, Kamis (21/01)
dijelaskan Dr Wicak Epidural adalah salah satu bentuk anestesi atau bius lokal yang digunakan untuk membuat bagian tertentu pada tubuh mati rasa sehingga tidak merasakan sakit.

Epidural tidak akan membuat Anda hilang kesadaran sepenuhnya karena hanya berfungsi sebagai penawar rasa sakit (analgesik) di area tubuh tertentu.
"Ketika obat bius melahirkan ini diberikan, impuls atau rangsangan saraf sensoris pada tulang belakang bagian bawah tubuh Anda terhenti".jelasnya
Lebih lanjut dr Wicak Mengatakan Normalnya, saraf sensoris bertugas untuk mengirimkan berbagai sinyal pada otak, seperti rasa sakit atau panas.
Akibatnya, sensasi atau rasa sakit yang seharusnya pasien rasakan pada bagian bawah torso, lebih tepatnya di rahim, leher rahim, dan bagian atas vagina akan berkurang.Terangnya. (putra)

Berita Lainnya
Komitmen Dukung Swasembada Pangan, Polsek KSKP Tembilahan Manfaatkan Lahan Tidur untuk Budidaya Cabai Rawit
Dinilai Konsisten Berantas Narkoba, Kapolres Inhil dan Kasat Res Narkoba Raih Penghargaan dari GRANAT
Polsek Sabak Auh Gelar Turnamen Domino Meriahkan Hari Bhayangkara ke-80
Bhabinkamtibmas Polsek Pelangiran Cek Perkembangan Tanaman Timun Warga di Inhil, Hasilnya Memuaskan
Hanya 81 Ribu dari 400 Ribu Warga Kampar Bekerja, Ikhsan Desak DPRD Panggil Seluruh Perusahaan
Hasil 400 Kg Jagung, Polsek Tembilahan Hulu Perkuat Lumbung Pangan Desa
Polsek Sabak Auh Pantau Jagung Program Ketahanan Pangan, Panen Diperkirakan Sepekan Lagi
Ketua PW IWO Riau Ajak Media Nasional Kawal Sidang Gubernur Riau Nonaktif, Imbau Publik Tak Terprovokasi