PWI Bengkalis Silaturahmi dengan PN Bengkalis
Meramu Bahan Kimia Surfaktan untuk Rokan
TNI Masuk Desa, Bupati Barru dan Dandim Sepakat Tandatangani MoU
Nusaperdana.com, Barru Sulsel – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Barru dan Kodim 1405/Mallusetasi menandatangani MoU tentang kegiatan Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD), Selasa (17/03/2020).
Bupati Barru Suardi Saleh yang menandatangani kerjasama tersebut dengan Dandim 1405/Mallusetasi, Letkol Kav Ali Syahputra Siregar, menyampaikan terima kasih kepada jajaran TNI yang memilih Barru untuk kegiatan TMMD.
“Terima kasih atas penunjukan Kabupaten Barru sebagai lokasi TMMD tahun ini, tepatnya di Desa Anabanua dan Desa Palakka,” kata Suardi Saleh di sela-sela penandatangan MoU di ruang kerjanya.
Dalam TMMD kali ini, salah satu programnya, yakni rintisan jalan antara dusun Pange dan Banga-banga yang manfaatnya bisa dirasakan langsung warga setempat.
“Semoga sinergi kuat TNI, Pemkab dan rakyat akan terus terjalin untuk Barru yang lebih baik lagi. Aamiin,” tambah Suardi Saleh yang didampingi Plh Sekda Barru, Abustan.
Selain penandatanganan kerjasama, Dandim juga secara khusus memasangkan jaket loreng ke Suardi Saleh. Loreng berwarna coklat muda ini, juga dibagian depan tertulis Bupati Barru.
Usai memasangkan loreng, Suardi Saleh dan Dandim menyempatkan foto salam komando sebagai tanda jika Pemkab dan jajaran TNI terus bersama untuk kemajuan dan keamanan daerah.
Sumber: Humas Barru

Berita Lainnya
Sanusi Dukung KPK: Sumpah Gubri Wahid Harus Diuji di Pengadilan, Bukan Opini Publik
PWI Bengkalis Silaturahmi dengan PN Bengkalis
Meramu Bahan Kimia Surfaktan untuk Rokan
Diduga Serobot Lahan Sawit 50 Hektare, Lima Orang Dilaporkan ke Polres Kampar
Wujud Solidaritas Insan Pers, PWI Bengkalis Serahkan Bantuan Kemanusiaan melalui BAZNAS
Musyawarah Warga dan Kaur Desa Indra Sakti Berakhir Damai, Sengketa Perusakan Tanaman Temui Titik Terang
LBH CLPK Siap Laporkan Kaur Desa Indra Sakti, Musyawarah Buntu dan Pejabat Desa Mengaku Tidak Tahu
Kepala Desa Senama Nenek Diduga Jadi Dalang Konflik, Lahan 2.800 Hektare Dijadikan Arena Perebutan Kuasa